Timedoor Academy Resmi Hadir di Pangkalpinang, Anak-anak Kini Bisa Belajar Coding dan AI

Sementara itu, CEO Timedoor Academy, Yutaka Tokunaga mengungkapkan bahwa Timedoor Academy kini telah memiliki lebih dari 70 cabang di Indonesia.
Tidak hanya berkembang di dalam negeri, lembaga pendidikan teknologi tersebut juga telah membuka cabang di Filipina, Malaysia hingga Mesir.
“Kami sudah memiliki lebih dari 70 cabang di Indonesia, bahkan sudah hadir di Filipina, Malaysia, sampai Mesir,” katanya.
Menurut Yutaka, kebutuhan terhadap kemampuan teknologi akan terus meningkat seiring pesatnya perkembangan industri digital dunia.
Ia menilai kemampuan coding, AI, semikonduktor, kendaraan listrik hingga teknologi masa depan lainnya akan menjadi bekal penting bagi generasi muda.
“Sekarang hampir semua industri berbasis teknologi. Kalau anak-anak tidak menguasai teknologi sejak dini, mereka akan kesulitan bersaing di dunia kerja masa depan,” ujarnya.
Belajar Coding Lewat Game
Yutaka mengungkapkan sebagian besar anak tertarik belajar coding karena menyukai permainan digital.
Minat tersebut kemudian diarahkan menjadi aktivitas yang lebih produktif dengan mengajarkan mereka membuat game sendiri menggunakan bahasa pemrograman.
“Anak-anak datang karena suka bermain game. Kami mengajak mereka bukan hanya bermain, tetapi belajar membuat game sendiri melalui coding. Dengan cara itu mereka lebih semangat belajar,” katanya.
Ia menambahkan, kurikulum Timedoor Academy mengadopsi standar internasional yang terinspirasi dari Jepang dan Inggris, namun seluruh materi disusun oleh tim pengembang dari Indonesia agar tetap sesuai dengan kebutuhan peserta didik di Tanah Air.
Yutaka mengaku bangga akhirnya Timedoor Academy dapat hadir di Pangkalpinang setelah sebelumnya berkembang di sejumlah kota besar di Indonesia.
“Kami sangat senang bisa membawa pendidikan teknologi untuk anak-anak hingga ke Pangkalpinang. Harapannya semakin banyak anak yang siap menghadapi dunia digital di masa depan,” tutupnya. (Suf)



