HeadlinePangkalpinang

Tingkat Pengangguran Pangkalpinang Turun, Angka Kemiskinan Malah Naik

PANGKALPINANG, MEDIAQU.id — Jumlah penduduk Kota Pangkalpinang terus bertambah dalam satu dekade terakhir. Namun, di tengah penurunan angka pengangguran, jumlah penduduk miskin justru kembali meningkat pada 2025.

Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Kota Pangkalpinang Tahun 2025, jumlah penduduk mencapai 233.466 jiwa. Angka ini bertambah 34.429 jiwa dibandingkan 2016 yang tercatat sebanyak 199.037 jiwa.

Komposisi penduduk terdiri atas 118.226 laki-laki dan 115.240 perempuan. Selisih keduanya mencapai 2.986 jiwa, sehingga struktur penduduk relatif berimbang.

Pertumbuhan jumlah penduduk membawa konsekuensi bagi pemerintah daerah. Kebutuhan terhadap lapangan kerja, perumahan, pendidikan, layanan kesehatan, hingga infrastruktur diperkirakan akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah warga.

Di bidang ketenagakerjaan, sejumlah indikator menunjukkan perbaikan. Dari total 170.940 penduduk usia kerja, sebanyak 113.760 orang masuk kategori angkatan kerja. Dari jumlah itu, 107.208 orang telah bekerja, sedangkan 6.552 orang masih menganggur.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik menjadi 66,55 persen. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 5,76 persen pada 2025, lebih rendah dibandingkan 5,98 persen pada 2024.

Meski demikian, perbaikan di sektor ketenagakerjaan belum diikuti penurunan angka kemiskinan.

Baca juga  Musprov KORPRI Babel 2024, Penguatan ASN untuk Pembangunan Daerah dan Pelayanan Masyarakat

Data pemerintah menunjukkan jumlah penduduk miskin meningkat dari 8,87 ribu jiwa atau 4,04 persen pada 2024 menjadi 9,99 ribu jiwa atau 4,50 persen pada 2025.

Pada saat yang sama, garis kemiskinan juga naik menjadi Rp956.990 per kapita per bulan, dari Rp925.522 pada tahun sebelumnya.

Kenaikan ini menunjukkan meningkatnya biaya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Data tersebut mengindikasikan bahwa penyerapan tenaga kerja belum sepenuhnya mampu mengangkat kesejahteraan kelompok berpendapatan rendah.

Sebagian masyarakat masih menghadapi tekanan akibat meningkatnya biaya hidup meskipun kesempatan kerja mulai membaik.

Kondisi itu menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan penurunan kemiskinan.

Antara lain melalui peningkatan kualitas pekerjaan, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta perluasan program perlindungan sosial. (Suf)

STOP COPY-PASTE! Artikel ini dilindungi hak cipta. Penyalinan tanpa izin merupakan pelanggaran hukum.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!