Pabrik Sampah di Pangkalpinang Masih Tunggu Kuota PLN
“Kebutuhan listrik kita saya kira masih cukup. Yang menjadi fokus adalah bagaimana sampah bisa dikelola dengan baik dan memberi nilai tambah melalui energi terbarukan,” ujarnya.
Sambil menunggu kepastian dari PLN, Pemerintah Kota Pangkalpinang tetap mengoptimalkan pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) serta Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Sebelumnya, Pemkot Pangkalpinang resmi menjalin kerja sama dengan PT Ikonik Sinergi Persada untuk membangun fasilitas pengolahan sampah menjadi energi terbarukan di TPA Ketapang.
Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi dalam waktu satu tahun dengan estimasi masa pembangunan selama enam bulan.
Pemkot menilai proyek ini menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi ramah lingkungan.
Fasilitas yang akan dibangun berbentuk pabrik pengolahan sampah modern dan diproyeksikan menjadi salah satu proyek percontohan nasional.
Untuk mempercepat realisasi proyek, Pemkot Pangkalpinang juga telah mengajukan hibah alat berat kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, proyek waste to energy ini diharapkan menjadi tonggak baru pengelolaan sampah di Pangkalpinang, mengubah limbah menjadi sumber energi sekaligus mengurangi beban TPA Ketapang. (Suf)




