PT Timah Tbk

Tinjau KIP dan Kampoeng Reklamasi, Mahasiswa Lintas Kampus Pahami Integrasi Bisnis dan Lingkungan di PT Timah Tbk

PANGKALPINANG — Pengalaman melihat langsung proses bisnis pertambangan membuat sembilan mahasiswa peserta Duta Minerba Goes to Site 2026 memiliki perspektif baru tentang industri pertambangan timah, khususnya di pogram perusahaan, mulai dari proses penambangan hingga kontribusi bagi masyarakat dan lingkungan.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mengenal lebih dekat bagaimana proses bisnis PT TIMAH dijalankan, sekaligus melihat penerapan Good Mining Practice (GMP), pengelolaan lingkungan, serta program pemberdayaan masyarakat yang berjalan di wilayah operasional perusahaan.

Rangkaian kunjungan dimulai dari Museum Timah Indonesia. Di tempat ini, para peserta mengenal perjalanan panjang industri pertimahan dan sejarah pertambangan timah di Bangka Belitung.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Kampoeng Reklamasi Air Jangkang. Di lokasi ini, mahasiswa melihat secara langsung bagaimana lahan pascatambang tidak dibiarkan begitu saja, tetapi ditata dan dikembangkan melalui berbagai program reklamasi dan pemanfaatan lahan dan juga melihat Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi.

Para peserta juga mendapat kesempatan melihat proses penambangan timah di laut melalui kunjungan ke Kapal Isap Produksi (KIP). Mereka dapat menyaksikan lebih dekat bagaimana kegiatan penambangan dilakukan sekaligus memahami tahapan pengelolaan dan pengawasan lingkungan dalam kegiatan pertambangan.

Kunjungan dilanjutkan ke fasilitas peleburan dan pengolahan timah untuk melihat bagaimana bijih timah yang dihasilkan dari proses penambangan selanjutnya diolah menjadi logam timah.

Baca juga  PT Timah Tingkatkan Akses Air Bersih di Wilayah Operasional dengan Pembangunan Sumur Bor

Tak hanya melihat proses bisnis, peserta Duta Minerba juga diajak mengenal kontribusi PT TIMAH bagi masyarakat. Mereka mengunjungi Kampung Adat Gebong Memarong yang menjadi salah satu bentuk pelestarian adat dan budaya masyarakat yang didukung perusahaan.

Para mahasiswa juga melihat langsung pelayanan kesehatan gratis melalui program kesehatan PT TIMAH serta mengunjungi Pemali Boarding School (PPS), salah satu program di bidang pendidikan yang memberikan kesempatan kepada pelajar untuk mendapatkan pendidikan dan pengembangan diri.

Salah satu peserta Duta Minerba, Arkan Jihadi Asyrof, mahasiswa semester III Program Studi Rekayasa Elektro Politeknik Negeri Balikpapan, mengaku mendapat pengalaman baru selama mengikuti kunjungan tersebut.

Menurutnya, pengalaman yang paling menarik adalah ketika melihat secara langsung aktivitas pertambangan, khususnya kunjungan ke lokasi tambang darat dan Kapal Isap Produksi.

“Yang paling menarik selama kunjungan adalah melihat proses penambangan secara langsung. Ini pengalaman pertama saya melihat pertambangan timah, terutama penambangan di laut. Saya jadi bisa melihat perbedaan proses penambangan di darat dan di laut,” ujarnya.

Bagi Arkan, kunjungan tersebut juga mengubah pandangannya terhadap industri pertambangan. Sebelum mengikuti kegiatan Duta Minerba, ia mengaku lebih banyak mendapatkan informasi mengenai pertambangan dari sudut pandang yang menyoroti dampak kerusakan lingkungan.

Namun, setelah melihat langsung aktivitas perusahaan, ia memahami bahwa kegiatan pertambangan juga memiliki tahapan pengelolaan lingkungan dan program pascatambang.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!