Kamtibmas

Polisi Sambangi Pesantren Al Barokah, Edukasi Bahaya Kekerasan terhadap Anak

PANGKALPINANG – Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung terus menguatkan langkah pencegahan kekerasan terhadap anak, kali ini dengan menyasar lingkungan pendidikan berbasis agama. Melalui Subdirektorat IV Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum, lima personel dikerahkan untuk memberikan edukasi di Pondok Pesantren Al Barokah, Kampung Tayib, Kecamatan Pangkalan Baru, Bangka Tengah, Selasa (3/6/2025) pagi.

Kegiatan sosialisasi ini dipimpin oleh Iptu Windu Perdana, didampingi Ipda Anti Safitri, Brigpol Dede Nugraha, Briptu Agustiar, dan Bripda Indri Reinata. Mereka disambut langsung oleh pimpinan pondok pesantren, Ustaz Pani, bersama para tenaga pendidik serta para santri dan santriwati.

Kasubdit IV Renakta, AKBP Rully Tirta Lesmana, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi preemtif atau pencegahan dini yang dilakukan Polri dalam menghadapi tingginya angka kekerasan terhadap anak, khususnya di lingkungan lembaga pendidikan seperti pesantren.

“Kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa kekerasan terhadap anak, dalam bentuk apa pun, tidak bisa ditoleransi. Apalagi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi anak-anak,” jelas Rully saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa petang.

Melalui pendekatan langsung ke pesantren, Renakta berharap dapat memperkuat komunikasi antara aparat kepolisian dan pengasuh pondok, khususnya para guru dan pengelola pendidikan, dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari tindak kekerasan.

Baca juga  Komplotan Pencuri Pagar Besi di Bangka Akhirnya Dibekuk

Dalam sesi sosialisasi, para personel membagikan materi seputar bentuk-bentuk kekerasan fisik, psikis, dan kekerasan seksual yang kerap luput dari perhatian, serta bagaimana cara mencegah dan melaporkan jika hal itu terjadi. Santri dan santriwati pun tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut, yang dikemas dalam suasana dialogis dan terbuka.

“Kami ingin para santri tahu bahwa mereka berhak dilindungi. Mereka juga perlu tahu ke mana harus bicara jika mengalami kekerasan. Ini bukan semata soal hukum, tapi soal kemanusiaan,” kata Iptu Windu dalam sesi penyuluhan.

Pesantren Al Barokah menjadi salah satu lembaga yang menyambut baik kegiatan ini. Pimpinan pesantren, Ustaz Pani, menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian atas perhatian dan kepeduliannya terhadap keamanan dan kenyamanan lingkungan pesantren.

“Ini sangat bermanfaat bagi kami. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan secara rutin, tidak hanya di sini, tapi juga di pesantren lainnya,” ucapnya.

Dengan kegiatan seperti ini, Polri berharap budaya saling menjaga dan melindungi anak di lingkungan pendidikan dapat terus tumbuh. Harapannya, tidak ada lagi kasus kekerasan yang menimpa anak-anak, terutama di tempat yang seharusnya menjadi ruang tumbuh kembang terbaik bagi mereka. (Suf)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!