Pemkot Pangkalpinang Siapkan Aksi Pungut Sampah 10 Menit di Sekolah
PANGKALPINANG, MEDIAQU.id – Pemerintah Kota Pangkalpinang akan menerapkan gerakan pungut sampah selama 10 menit di seluruh sekolah sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Program yang digagas Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, itu diharapkan menjadi langkah nyata membangun budaya bersih di kalangan pelajar.
Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, mengatakan, sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, termasuk dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.
Karena itu, kebiasaan sederhana seperti memungut sampah dinilai mampu memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten.
“Anak-anak harus dibiasakan mencintai kebersihan sejak dini. Melalui kegiatan 10 menit memungut sampah sebelum belajar, kami ingin menanamkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan,” ujar Dessy kepada Mediaqu.ID, Kamis (4/6/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari Gerakan Pangkalpinang Bersih yang saat ini terus digencarkan Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Sebelumnya, gerakan serupa telah dilaksanakan melalui gotong royong massal yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN), masyarakat, dan berbagai elemen lainnya.
Menurut Dessy, persoalan sampah masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, termasuk para pelajar.
Ia menilai, pendidikan tentang kebersihan tidak cukup hanya disampaikan melalui teori di dalam kelas. Praktik langsung di lingkungan sekolah justru menjadi cara efektif untuk membangun kesadaran dan kebiasaan positif.
Selain menyasar sekolah, Gerakan Pangkalpinang Bersih juga terus diperluas ke pasar tradisional, kawasan permukiman, ruang publik, serta titik-titik yang berpotensi menjadi sumber timbunan sampah.
Dessy berharap program pungut sampah 10 menit dapat menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara berkelanjutan.
Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi juga dapat menjadi pelopor kebersihan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Kalau budaya bersih sudah tertanam sejak sekolah, maka ke depan kita akan memiliki generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan. Ini bukan hanya tentang memungut sampah, tetapi membangun karakter dan tanggung jawab bersama,” katanya. (Suf)



