HeadlinePangkalpinang
Maulan Aklil : Jangan Politisasi Agama dalam Demokrasi
Tindakan ini terungkap melalui percakapan di grup WhatsApp relawan Partai Kotak Kosong.
Dalam percakapan yang beredar di media sosial, seorang anggota grup memposting foto kebersamaan dengan umat Kristiani di gereja.
Komentar provokatif dari pemilik nomor WhatsApp berinisial TP mengklaim bahwa kehadiran Molen bisa menyebabkan perpindahan agama.
SW menanggapi dengan memelesetkan nama Molen menjadi “Lemon”, menambahkan kalimat yang mengandung unsur SARA, dan menyiratkan bahwa demi kekuasaan, segala cara bisa ditempuh.
Tindakan ini tidak hanya mencederai nilai-nilai kerukunan dan toleransi antaragama, tetapi juga mengingatkan kita akan dampak negatif dari penyebaran sentimen diskriminatif di media sosial. (*)




