Pernikahan Dini di Basel Pemicu Masalah Kesehatan Serius

“Bangka Selatan menjadi salah satu wilayah sampel untuk penelitian mendalam terkait masalah ini,” ujar Herman.
FGD juga bertujuan untuk memperkuat intervensi melalui program-program sinergis yang mencakup peningkatan layanan kesehatan, penyediaan fasilitas penunjang, serta edukasi kepada masyarakat, terutama remaja.
Sementara, Imam Hidayat, Kasubag TU BPS Bangka Selatan, menambahkan bahwa kegiatan FGD ini juga bagian dari persiapan pelaksanaan Survei Antar Sensus (SUPAS) pada tahun 2025, yang diharapkan dapat menghasilkan data berkualitas yang menjadi dasar kebijakan pembangunan daerah.
Melalui upaya kolaboratif ini, diharapkan Bangka Selatan dapat mengatasi tantangan kesehatan, khususnya terkait kematian ibu dan kesuburan remaja, serta mendukung pembangunan daerah yang lebih berkelanjutan dan inklusif.
“FGD ini diharapkan menjadi langkah awal yang signifikan dalam menciptakan perubahan positif bagi masyarakat Bangka Selatan,” ucap Imam. (Suf)




