Prof Udin-Dessy Ayutrisna Maknai Nomor Urut 3 sebagai Filosofi “Tiga Tungku”
“Alhamdulillah, komitmen kami adalah membangun sumber daya manusia sejak usia dini dengan pemerataan pendidikan, pelayanan, dan akses kesehatan yang maksimal. Yang tak kalah penting, kami akan memastikan tumbuh kembalinya ekonomi masyarakat kita,” ujar Prof Udin penuh semangat.
Sebagai seorang akademisi, Prof Udin dikenal sebagai figur yang dekat dengan berbagai kalangan, termasuk dari beragam etnis dan budaya di Pangkalpinang.
Pendekatan dan kemampuannya merangkul keberagaman telah membuatnya mendapatkan dukungan luas.
“Alhamdulillah, Pangkalpinang adalah cerminan di mana toleransi itu nyata adanya. Ini harus selalu kita jaga dan kita rawat. Sejauh ini, agama apapun, budaya apapun diterima dengan saling menghormati dan saling menghargai. Ini suatu kebanggaan bagi kita di Pangkalpinang,” tambahnya, menyoroti keberagaman yang menjadi kekuatan kota.
Dengan perwujudan pemerataan dan ketenteraman melalui sinergi antara pemerintah sebagai pengambil kebijakan, masyarakat sebagai pemilik kedaulatan, dan para tokoh sebagai penengah, Prof Udin optimis kemajuan akan dapat diraih.
“Sudah saatnya kita harus memberikan perubahan bagi kota ini. Infrastruktur yang modern, sumber daya yang berdaya saing, dan tersentuhnya kesejahteraan bagi masyarakat luas. Kehadiran saya dan Ibu Dessy adalah untuk mewujudkan itu semua, doakan langkah kami,” pungkas Prof Udin, memohon restu dari masyarakat. (*)




