Kasus HIV di Pangkalpinang Tembus 106, Dinkes Ungkap Dua Tantangan Utama
PANGKALPINANG, MEDIAQU.id — Jumlah kasus HIV di Kota Pangkalpinang tercatat mencapai 106 kasus hingga September 2025, dengan 20 di antaranya telah memasuki tahap AIDS.
Angka tersebut menunjukkan tren peningkatan dibandingkan data tahun 2024 dan menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr Muhammad Thamrin, mengatakan kelompok usia paling terdampak berada pada rentang 20 hingga 49 tahun, dengan penyebaran tertinggi terjadi pada kelompok Lelaki Seks Lelaki (LSL).
Kondisi ini, menurutnya, menegaskan perlunya upaya pencegahan yang lebih intensif di kelompok rentan.
“Berbagai upaya pencegahan sudah kami lakukan, mulai dari edukasi kepada kelompok berisiko tinggi, termasuk remaja dan anak sekolah, hingga pelaksanaan skrining secara berkala untuk mendeteksi dini kasus HIV,” jelas dr Thamrin kepada Mediaqu.id, Senin (20/10/2025).
Ia menyebut, Dinas Kesehatan bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan relawan HIV setempat telah aktif melakukan penjangkauan ke populasi berisiko tinggi.
Selain itu, pembinaan kesehatan reproduksi juga diperkuat melalui skrining triple eliminasi HIV, Sifilis, dan Hepatitis B pada calon pengantin untuk mencegah penularan kepada pasangan dan bayi.
Namun, Thamrin mengakui masih terdapat sejumlah tantangan besar di lapangan. Pertama, di era kemajuan teknologi, kematangan mental dan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan seksual belum seimbang.
Kedua, stigma terhadap HIV/AIDS masih tinggi, baik dari masyarakat maupun dari Orang dengan HIV (ODHIV) itu sendiri, yang membuat layanan kesehatan sulit menjangkau semua lapisan.
“Meskipun edukasi dan skrining efektif menjangkau populasi dengan lokasi jelas, tantangan besar muncul dari kelompok yang bertransaksi seksual secara online. Ini menjadi PR bersama untuk kami semua,” ujarnya.




