Nasional

Teguh Santosa Kembali Pimpin JMSI, Industri Media Tak Boleh Hanya Bertumpu pada Bisnis Rilis

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa seluruh anggota JMSI telah berbadan hukum. Melalui sistem pemeringkatan “bintang”, lebih dari separuh anggota kini telah meraih status bintang tiga (verifikasi administrasi) dan bintang empat (verifikasi faktual).

Struktur berbasis perusahaan tersebut membuat JMSI menjadi organisasi yang inklusif, dengan latar belakang pengurus yang beragam, mulai dari jurnalis profesional, akademisi, birokrat hingga kalangan profesional non-pers.

Teguh juga menyoroti tantangan utama industri media digital ke depan, yang tidak hanya berkaitan dengan kualitas jurnalistik agar tetap adaptif dan bebas dari hoaks, tetapi juga menyangkut keberlanjutan bisnis perusahaan pers.

Menurutnya, profesionalisme wartawan hanya bisa tumbuh di dalam perusahaan media yang sehat secara usaha.

Baca juga  Hidayat Arsani Janji Berikan Ambulans untuk Desa Pangkal Buluh, Meski Tak Terpilih

Karena itu, JMSI periode 2025–2030 akan memberi perhatian serius pada penguatan ekosistem bisnis media, termasuk membuka peluang kolaborasi strategis dengan KADIN.

Selain itu, sejumlah anggota JMSI juga telah tergabung dalam jaringan ProMedia sebagai langkah memperluas jejaring usaha.

Ia menegaskan bahwa JMSI tidak ingin industri media hanya bergantung pada pola “bisnis rilis”, melainkan harus mendorong lahirnya semangat kewirausahaan yang mampu menjaga independensi redaksi.

“Jurnalisme adalah napas kita, tetapi keberlanjutan perusahaan media juga harus dijaga dengan cara-cara yang benar,” pungkas Teguh. (Suf)

 

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!