Pemprov Babel

Pemprof Babel Ingatkan Ancaman Tambang Ilegal Saat KKMD Bahas Policy Brief Mangrove

PANGKALPINANG, MEDIAQU.id – Upaya penyelamatan ekosistem pesisir di Bangka Belitung terus didorong. Salah satunya melalui kajian dokumen policy brief konservasi dan rehabilitasi mangrove yang digelar Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Santika, Pangkalanbaru, Bangka Tengah itu dibuka Penjabat Sekretaris Daerah Bangka Belitung, Fery Afriyanto, yang diwakili Kepala Bappeda, Joko Triadhi.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Joko, ditegaskan bahwa kondisi mangrove di Bangka Belitung saat ini tidak sedang baik-baik saja. Tekanan terhadap kawasan pesisir terus meningkat, terutama akibat aktivitas tambang timah ilegal dan alih fungsi lahan.

Baca juga  Gubernur Babel Tegaskan Bantuan Nelayan 2025 Harus Tepat Sasaran

“Policy brief ini diharapkan bukan sekadar dokumen, tetapi menjadi panduan kebijakan yang bisa langsung diimplementasikan. Semua pihak harus satu langkah agar pemulihan mangrove berjalan terarah dan berkelanjutan,” ujar Joko.

Ia menekankan, keberhasilan program konservasi tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga organisasi lingkungan.

Dalam forum tersebut, KKMD Babel memaparkan sejumlah fokus utama yang akan dituangkan dalam dokumen kebijakan.

Di antaranya rehabilitasi kawasan mangrove yang rusak, penguatan ekonomi masyarakat pesisir, hingga peningkatan sinergi antar pemangku kepentingan.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!