Duta Minerba 2025 Tinjau Operasi Tambang dan Reklamasi PT Timah
BANGKA — Para peserta Duta Minerba Goes to Site 2025 mendapatkan pengalaman langsung mengenal proses pertambangan yang dijalankan PT Timah Tbk. Selama tiga hari kunjungan, mereka diajak melihat operasi penambangan, pengelolaan lingkungan, hingga program pemberdayaan masyarakat yang menjadi bagian dari komitmen perusahaan.
Mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia ini datang bersama pendamping dari Kementerian ESDM. Mereka memulai rangkaian kegiatan dengan mengunjungi armada Kapal Isap Produksi (KIP) PT Timah Tbk untuk melihat proses penambangan laut secara langsung.
Selain itu, peserta juga mengunjungi Division Processing and Refinery untuk melihat proses peleburan timah menggunakan teknologi TSL Ausmelt yang merupakan salah satu teknologi modern dalam industri peleburan.
Selama berada di Bangka, para Duta Minerba juga diajak meninjau Kampoeng Reklamasi Air Jangkang, lokasi yang menjadi pusat pelaksanaan reklamasi lahan pascatambang PT Timah Tbk. Di sana, mereka menyaksikan berbagai program pemulihan lingkungan, termasuk perawatan satwa dilindungi sebelum dilepasliarkan.
Selain pengelolaan lingkungan, peserta juga menemukan fakta menarik bahwa perusahaan turut mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Mereka diberi kesempatan mengunjungi UMKM mitra binaan PT Timah Tbk yang mengolah makanan khas daerah dan mendapat pembinaan usaha.
Gera Nathaniel Lomo, mahasiswa Teknik Geologi UPN Veteran Yogyakarta, mengaku kunjungan ke KIP merupakan pengalaman paling berkesan.
“Paling berkesan waktu kami ke offshore dan melihat langsung bagaimana proses dari eksplorasi hingga pengelolaan bijih timah. Saya baru benar-benar melihat rantai prosesnya,” ujarnya.
Gera mengaku pandangannya berubah setelah melihat sendiri apa yang dilakukan PT Timah Tbk.
“Sebelumnya saya juga punya pandangan seperti masyarakat pada umumnya, bahwa tambang merusak. Tapi setelah melihat langsung, PT Timah Tbk ternyata banyak melakukan pemulihan lingkungan dan program pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Ia berharap masyarakat lebih objektif dan tidak langsung menilai negatif aktivitas pertambangan tanpa melihat fakta lapangan.
Pandangan serupa juga disampaikan Arina, mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga Universitas Indonesia. Baginya, perjalanan dengan kapal menuju KIP adalah pengalaman baru yang tidak akan terlupakan.
Namun, kunjungan ke Air Jangkang menjadi momen yang mengubah pandangannya soal tambang.
“PT Timah Tbk bukan hanya reklamasi untuk masyarakat, tapi juga memperhatikan satwa liar. Di Air Jangkang saya melihat sendiri satwa-satwa dilindungi dirawat sebelum dilepasliarkan. Ini hal yang sebelumnya tidak pernah aku bayangkan,” ujarnya.
Ia menyebut apa yang dilihat di lapangan bertolak belakang dengan narasi miring di media sosial mengenai pertambangan.
“Coba datang sendiri ke Air Jangkang, semua bisa lihat bagaimana lingkungan dipulihkan,” kata Arina.
Peserta juga menyoroti komitmen perusahaan terhadap pengembangan UMKM. Dari kunjungan ke mitra binaan, mereka melihat perusahaan menyediakan peralatan, pelatihan, hingga dukungan pemasaran.
“Aku kaget UMKM mendapat fasilitas lengkap, termasuk alat packaging dari pemerintah dan PT Timah. Ini benar-benar membantu,” kata Arina.
Ia berharap PT Timah Tbk terus memperluas program-program yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Program Duta Minerba Goes to Site bertujuan membuka wawasan mahasiswa mengenai praktik pertambangan yang baik, transparan, dan berkelanjutan. Pengalaman langsung para peserta ini diharapkan dapat menjadi informasi penyeimbang bagi publik terkait operasional pertambangan dan komitmen lingkungan PT Timah Tbk.
Melalui rangkaian kunjungan ini, peserta melihat bahwa industri pertambangan tidak berdiri sendiri, tetapi juga berkaitan erat dengan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. (*)
Sumber : www.timah.com




