Bangka Belitung

Laut Pasir Padi Cokelat Pekat, Diduga Imbas Ratusan Ponton Timah

Jika dibiarkan, wisatawan bukan hanya enggan datang, tetapi bisa meninggalkan Pangkalpinang dari daftar kunjungan mereka.

Yang lebih mengkhawatirkan, hingga kini tidak ada kejelasan soal izin maupun kajian lingkungan dari kegiatan tambang tersebut.

Pemerintah kota belum mengeluarkan pernyataan tegas, sementara ponton terus bekerja tanpa henti, seolah tak tersentuh aturan.

Warga menilai situasi ini sudah melewati batas toleransi. Mereka meminta pemerintah dan aparat penegak hukum turun tangan segera bukan sekadar mengecek, tetapi mengendalikan dan mengawasi penuh.

Baca juga  Bupati Basel Hadiri Cukuran Massal Desa Airbara dan Khataman Qur'an Desa Bencah

Pantai Pasir Padi berada di ambang kerusakan, dan publik mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab jika ikon wisata ini akhirnya rusak permanen.

Keberadaan ratusan ponton tambang hanya beberapa mil dari pantai adalah alarm keras bahwa pariwisata Pangkalpinang sedang digerus perlahan.

Jika tidak ada tindakan cepat dan tegas, Pantai Pasir Padi bisa tinggal nama berubah dari kebanggaan menjadi korban kerakusan tambang. (Tim)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!