Paripurna DPRD Babel: PAW Rustam Mataris Dilantik, Pansus Plasma-CSR Sawit Resmi Jalan

PANGKALPINANG, MEDIAQU.id — DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Rapat Paripurna dengan rangkaian agenda penting di Gedung DPRD Babel, Air Itam, Pangkalpinang, Senin (08/12/2025).
Sidang yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, Eddy Iskandar, berjalan dinamis karena memuat keputusan strategis yang menyangkut penguatan fungsi legislasi dan pengawasan.
Rapat dibuka setelah Plt. Sekretaris Dewan menyampaikan laporan kehadiran anggota yang menandai terpenuhinya kuorum.
Dalam sidang tersebut, seluruh anggota dewan menyatakan persetujuan atas rancangan keputusan yang telah disusun, termasuk penataan ulang komposisi alat kelengkapan dewan dan pimpinan sejumlah badan.
DPRD juga meresmikan Penggantian Antar Waktu (PAW). H. Rustam Mataris dari Partai Demokrat dilantik sebagai anggota DPRD Babel untuk melanjutkan sisa masa jabatan 2024–2029, menggantikan H. Zeki Yamani.
Salah satu keputusan yang menjadi sorotan publik ialah pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Plasma dan CSR perusahaan sawit.
Pansus ini dimandatkan untuk menindaklanjuti berbagai persoalan yang selama ini muncul, terutama terkait transparansi penyaluran dana CSR serta kewajiban kebun plasma oleh perusahaan perkebunan di Bangka Belitung.
Pembentukan pansus tersebut mengacu pada hasil rapat Badan Musyawarah (Banmus) pada 28 November 2025 serta ketentuan dalam Pasal 75 Tata Tertib DPRD.
Seluruh fraksi telah mengirimkan nama utusannya, dan daftar resmi anggota pansus ditetapkan melalui Surat Keputusan DPRD.
DPRD berharap pansus mampu bekerja efektif dan memberi rekomendasi konkret, terutama untuk memastikan perusahaan sawit menjalankan perannya dalam pembangunan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Rapat paripurna ini juga dihadiri berbagai pejabat penting. Pj Sekretaris Daerah Babel, Fery Afrianto, mewakili Gubernur.
Hadir pula unsur Forkopimda seperti Kapolda, Kajati, Danrem 045 Garuda Jaya, dan perwakilan sejumlah instansi vertikal.
Menutup rapat, pimpinan DPRD Babel menekankan bahwa seluruh keputusan yang diambil hari itu merupakan langkah memperkuat kinerja legislatif.
Pengawasan sektor perkebunan, yang menjadi salah satu sektor kunci ekonomi Babel, juga disebut akan mendapat perhatian lebih serius melalui keberadaan pansus. (Suf)




