DPRD Babel

Ketua DPRD Babel Sambut Haru Kepulangan Korban TPPO Myanmar di Asrama Haji

JAKARTA – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Sri Gusjaya, secara langsung menyambut kedatangan warganya yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Myanmar. Momen haru penyambutan ini berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada Selasa (18/3/2025).

“Alhamdulillah, masyarakat Bangka Belitung yang menjadi korban dalam kasus TPPO ini sudah kembali menginjakkan kaki di tanah air,” ujar Didit dengan nada syukur.

Ia memastikan bahwa para korban akan segera dipulangkan ke Bangka Belitung dalam waktu dekat agar dapat kembali berkumpul dengan keluarga tercinta.

Didit menjamin bahwa proses pemulangan akan diupayakan secepat mungkin dengan menggunakan maskapai penerbangan Sriwijaya Air.

Informasi terkini menyebutkan bahwa sebanyak 38 korban telah tiba di Jakarta pada gelombang pertama. Sementara itu, gelombang kedua dijadwalkan tiba pada pukul 14.00 WIB, dan 30 orang korban lainnya diperkirakan akan tiba di Asrama Haji pada pukul 17.00 WIB.

“Secepatnya, akan kita terbangkan kembali ke Babel menggunakan pesawat Sriwijaya Air,” imbuh Didit dengan penuh komitmen.

Selama ini, DPRD Babel memang aktif mendorong berbagai upaya penyelamatan warga Babel yang terjerat dalam kasus TPPO di Myanmar. Sejak awal mencuatnya kasus ini, pihak DPRD Babel gencar melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat serta berbagai lembaga terkait untuk mempercepat proses pemulangan para korban.

Baca juga  DPRD Babel Gelar Uji Publik 21 Calon Komisioner KPID, Tegaskan Seleksi Tanpa Titipan

Langkah strategis dan respons cepat yang ditunjukkan oleh DPRD Babel ini mendapatkan apresiasi positif dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan aktivis organisasi.

Mereka menilai komitmen DPRD Babel dalam mengawal proses penyelamatan ini mencerminkan kepedulian yang tinggi terhadap nasib warganya.

“Upaya panjang ini akhirnya membuahkan hasil yang mengharukan dan membahagiakan. Semoga kejadian serupa tidak akan pernah terulang kembali,” ungkap Didit dengan rasa lega.

Kedatangan para korban di tanah air merupakan bagian dari rangkaian upaya penyelamatan yang melibatkan sinergi dan kerja sama lintas sektor.

Pemerintah Provinsi Babel sendiri telah menyatakan kesiapannya untuk memberikan pendampingan psikologis kepada para korban guna memastikan mereka dapat kembali beraktivitas secara normal di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Momen penyambutan ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk terus memperkuat pengawasan dan pencegahan terhadap praktik keji TPPO, khususnya terhadap warga yang rentan menjadi sasaran jaringan kejahatan transnasional. (Suf)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!