PT Timah Tbk

142 UMKM Binaan PT Timah Ikuti Pelatihan Sepanjang 2025, Dorong UMKM Naik Kelas

“Perusahaan berharap UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu naik kelas dan mandiri. Dengan peningkatan kompetensi, UMKM diharapkan dapat mengakses pasar yang lebih luas, meningkatkan nilai tambah produk, serta berkontribusi nyata dalam menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada aspek bisnis, pelatihan ini juga mendorong pelaku UMKM untuk membangun jejaring usaha, memperluas kolaborasi, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai penopang utama pertumbuhan usaha di era modern.

Para peserta pelatihan pun menyambut positif program ini karena dinilai memberikan manfaat langsung bagi pengembangan usaha mereka, baik dari sisi peningkatan pengetahuan, keterampilan, hingga kepercayaan diri dalam mengelola usaha.

Seperti yang disampaikan Serli Heryani Brand yang memiliki brand Mama Naya Bolen mengatakan, dengan adanya pelatihan ini tidak hanya menambah relasinya, tapi juga memberikan banyak pemahaman yang bisa diimplementasikannya.

“Bersyukur sekali bisa ikut pelatihan ini dan difasilitasi PT TIMAH gratis pula, kita dapat ilmunya, biasanya kalau belajar sendiri kan kita harus bayar. Ada banyak ilmunya dan ada beberapa hal yang baru saya sadari tentang pengelolaan keuangan seperti harus mulai memisahkan keuangan usaha dan pribadi dan ini bisa dilakukan secara sederhana,” katanya.

Baca juga  Lepas Sambut Direksi PT TIMAH Tbk Bawa Berkah, UMKM Pangkalpinang Raup Omzet Berlipat

Salah satu Narasumber dalam kegiatan Pelatihan PT TIMAH Tbk, Dr Nizwan Zukhri, S.E., M.M mengatakan saat ini yang kerap menjadi kendala para UMKM dalam mengembangkan usaha diantaranya masalah manajemen keuangan. Apalagi kata dia, masih banyak UMKM yang masih belum bisa memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha.

“Pelatihan seperti ini sangat penting bagi pelaku UMKM, karena masalah UMKM atau home industri selain mereka kekurangan modal mereka belum bisa mengatur atau manejemen keuangan. Uang usaha masih dicampur dengan uang pribadi, jadi mereka enggak bisa tahu kapan akan laba atau rugi, kapan akan balim modal,” katanya. (*)

Sumber : www.timah.com

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!