Headline

DPRD Babel Pastikan LPG 3 Kg Normal Mulai 5 Februari, Dorong Kilang Baru ke Pemerintah Pusat

PANGKALPINANG, MEDIAQU.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan pasokan LPG 3 kilogram di wilayah Babel akan kembali normal mulai 5 Februari 2026.

Kepastian tersebut menjadi salah satu kesimpulan penting dalam audiensi penanganan kelangkaan gas melon yang digelar di Ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Babel, Senin (2/2/2026).

Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah hadir dan berkontribusi dalam upaya penyelesaian persoalan LPG 3 kg, termasuk perwakilan pedagang kaki lima, Pertamina, serta jajaran Pemerintah Provinsi.

“Alhamdulillah, audiensi hari ini berjalan dengan baik. Terima kasih kepada para pedagang kaki lima dan juga atas koreksi serta masukan dari Staf Khusus Gubernur Babel, Bapak Ahmad Sopian sehingga terbangun silaturahmi yang konstruktif membahas kelangkaan LPG 3 kilogram,” ujar Didit.

Didit menyebutkan, kesimpulan pertama dari rapat tersebut adalah komitmen Pertamina untuk menormalkan kembali distribusi LPG 3 kg di seluruh wilayah Bangka Belitung mulai 5 Februari 2026, dengan catatan penyaluran harus tepat sasaran sesuai peruntukannya.

Kesimpulan kedua, DPRD Babel mendorong pembentukan tim pengawasan terpadu untuk memastikan distribusi LPG bersubsidi berjalan sesuai aturan.

Baca juga  Catat! Ini Nomor Telepon dan WA Polres Barbar

Tim ini akan melibatkan aparat penegak hukum (APH), termasuk kepolisian dan kejaksaan, sebagai bagian dari domain pengawasan eksekutif.

“Pengawasan ini penting agar tidak ada lagi penyimpangan di lapangan. LPG 3 kilogram harus benar-benar sampai ke masyarakat yang berhak,” tegasnya.

Ketiga, DPRD Babel menerima penjelasan dari Joint Management (JM) Pertamina bahwa stok LPG 3 kilogram menjelang Ramadan hingga Idulfitri dipastikan dalam kondisi aman.

Keempat, Didit menekankan perlunya kepastian hukum terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg.

Menurutnya, regulasi yang jelas dibutuhkan agar tidak memberatkan agen, terutama yang harus menyalurkan gas ke wilayah terpencil dengan tantangan geografis dan biaya distribusi yang tinggi.

Sebagai langkah jangka panjang, DPRD Babel bersama Gubernur Babel akan mendesak pemerintah pusat untuk membangun kilang atau depo penampungan LPG baru di Bangka Belitung.

Hal ini dinilai krusial mengingat karakter wilayah kepulauan dengan kondisi cuaca laut dan udara yang kerap ekstrem.

“Dengan adanya kilang atau penampungan LPG baru, kami berharap persoalan kelangkaan LPG 3 kilogram tidak terus berulang. Ini demi keamanan stok dan kenyamanan masyarakat,” pungkas Didit. (Suf)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!