Bangka

Longsor Tambang di Pemali, PT TIMAH Berduka dan Tegaskan Bukan Operasionalnya

BANGKA — PT TIMAH Tbk menyampaikan duka cita dan belasungkawa yang mendalam atas peristiwa kecelakaan tambang akibat longsor yang terjadi di kawasan Pondi, Desa Pemali, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Senin (2/2/2026).

Peristiwa nahas tersebut dikabarkan menelan korban jiwa dan saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan di lapangan.

Dalam keterangan resminya, PT TIMAH Tbk menegaskan bahwa kecelakaan tambang tersebut bukan bagian dari aktivitas operasional perusahaan. Aktivitas penambangan yang mengalami longsor diketahui tidak memiliki izin dan tidak berada di bawah pengelolaan PT TIMAH Tbk.

“Peristiwa ini merupakan musibah yang terjadi pada praktik penambangan yang tidak memiliki izin dan bukan merupakan bagian dari operasional PT TIMAH Tbk. Perusahaan menyampaikan duka cita dan belasungkawa yang mendalam atas terjadinya kecelakaan yang sangat kami sesalkan bersama,” ujar Anggi, perwakilan PT TIMAH Tbk.

Meski demikian, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial, PT TIMAH Tbk turut membantu proses penanganan di lapangan. Perusahaan mengerahkan alat berat untuk mendukung upaya pencarian dan pertolongan korban yang masih tertimbun material longsor, dengan berkoordinasi bersama pihak terkait.

Baca juga  ADA APA DENGAN KPU BANGKA? DUA KALI PENETAPAN PASANGAN CALON, RAKYAT BERTANYA-TANYA

“Saat ini, tim operasional perusahaan membantu proses pencarian korban dengan berkoordinasi bersama pihak terkait. Dalam musibah ini, PT TIMAH Tbk mendukung penuh upaya penanganan di lapangan,” tambahnya.

Sementara itu, korban yang telah berhasil ditemukan telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, PT TIMAH Tbk juga mengimbau seluruh penambang serta mitra usaha perusahaan untuk senantiasa mematuhi regulasi yang berlaku, termasuk ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam setiap aktivitas penambangan.

“Kita semua berharap kejadian dan musibah seperti ini tidak terulang ke depan. Mari mengedepankan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja secara konsisten dalam seluruh proses penambangan,” tutup Anggi. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!