Ketua DPRD Babel Desak PT Timah Tepati Janji Kenaikan Harga Timah Mitra

Ia juga menyoroti kekhawatiran jika kenaikan harga harus menunggu Harga Patokan Mineral (HPM) dari pusat, sementara kebutuhan masyarakat semakin mendesak.
“Kalau nunggu HPM dari pusat, saya takut masih lama. Ini sudah mau Lebaran. Intinya masyarakat hanya menuntut janji,” katanya.
Didit menyebut idealnya harga di tingkat bawah mengikuti tren kenaikan harga timah global. Saat ini, menurut informasi yang diterimanya, terdapat disparitas harga pembelian di lapangan, berkisar Rp100.000 hingga Rp130.000 per kilogram, meski kualitas dan tren harga sedang naik.
“Intinya mereka minta dibukakan hati nurani, agar harga beli di tingkat penambang dinaikkan. Itu saja,” ujarnya.
Audiensi yang dihadiri Wakil Direktur Utama (Wadirut) PT Timah Tbk, Harry Budi Sidharta tersebut menjadi forum komunikasi antara DPRD, perwakilan penambang, dan manajemen PT Timah guna mencari solusi atas persoalan NIUJP dan harga beli timah di tingkat mitra.
DPRD Babel berharap PT Timah dapat segera merealisasikan komitmen yang telah disampaikan sebelumnya demi menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat penambang di Bangka Belitung. (Suf)




