PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menaruh harapan besar pada langkah Aliyah Khansa di panggung nasional. Perempuan 23 tahun asal Kabupaten Bangka Barat itu resmi mendapat dukungan penuh untuk tampil pada ajang Puteri Indonesia 2026, setelah diterima langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Babel, Fery Afriyanto, Selasa (24/2/2026). Pertemuan di ruang kerja Sekda tersebut bukan sekadar seremoni. Pemerintah daerah ingin memastikan wakil Bangka Belitung tampil dengan bekal moral dan dukungan yang kuat. Fery, yang mewakili Gubernur Hidayat Arsani, menegaskan keikutsertaan Aliyah menjadi momentum memperkenalkan wajah Babel di tingkat nasional. “Ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi kesempatan membawa identitas daerah ke panggung nasional,” ujar Fery. Aliyah terpilih sebagai wakil Babel melalui penunjukan langsung oleh Yayasan Puteri Indonesia pusat setelah melewati tahapan seleksi. Ia dinilai memenuhi persyaratan administrasi sekaligus memiliki kesiapan personal untuk bersaing dengan finalis dari provinsi lain. Bagi Aliyah, kesempatan ini bukan sekadar pencapaian pribadi. Ia menyebut ajang tersebut sebagai ruang untuk menyuarakan potensi daerah, mulai dari pariwisata hingga kekayaan budaya Bangka Belitung. “Pra karantina dimulai 10 April dan malam final pada 24 April. Saya mohon doa masyarakat Babel agar bisa memberikan hasil terbaik,” katanya. Ajang Puteri Indonesia sendiri akan mempertemukan 22 finalis dari seluruh Indonesia. Pemerintah provinsi menilai partisipasi Aliyah memiliki nilai strategis, terutama dalam mempromosikan sektor pariwisata yang tengah didorong sebagai motor ekonomi baru daerah. Fery berharap Aliyah mampu tampil bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai duta yang membawa narasi positif tentang Babel. Mulai dari keindahan alam, budaya, hingga karakter masyarakatnya. Keikutsertaan Aliyah Khansa di panggung nasional diharapkan menjadi pemantik semangat generasi muda Bangka Belitung untuk berani tampil dan berprestasi di level yang lebih luas. Pemerintah daerah pun memastikan dukungan tidak berhenti pada seremoni, melainkan berlanjut hingga proses kompetisi berlangsung. (*)