PT TIMAH Salurkan Dana Asrama, Pesantren Al-Mansyur Kian Berkembang
Menurut Ali, salah satu tantangan pendidikan di Bangka Belitung adalah tingginya angka putus sekolah yang lebih disebabkan oleh keterbatasan akses dan biaya, bukan rendahnya minat belajar.
“Banyak anak putus sekolah bukan karena malas, tapi karena keterbatasan ekonomi. Karena itu, kami juga konsisten memberikan beasiswa kepada 20 hafidz dan hafidzah setiap tahun,” jelasnya.
Sementara itu, PT TIMAH terus mengoptimalkan program TJSL di sektor pendidikan melalui berbagai inisiatif, mulai dari pemberian beasiswa, program magang, pembangunan infrastruktur pendidikan, hingga pelatihan dan pengembangan kompetensi generasi muda.
Bantuan pembangunan asrama ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pesantren dalam menampung santri serta menunjang proses belajar mengajar yang lebih optimal.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Kami berharap ke depan semakin banyak dukungan dari berbagai pihak untuk mempercepat pengembangan pesantren,” pungkas Ali. (*)
Sumber : www.timah.com




