RIPPM PT Timah Diperbarui, UMKM hingga Lingkungan Jadi Prioritas
Sementara itu, pada sektor lingkungan, peserta menekankan pentingnya pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular serta revitalisasi lahan bekas tambang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka, Thony Marza, menilai forum ini sebagai langkah positif dalam menyelaraskan program perusahaan dengan kebutuhan daerah.
“Sudah banyak program CSR maupun PPM PT TIMAH yang dirasakan masyarakat, mulai dari pendidikan hingga ekonomi. Forum ini penting agar ke depan program semakin terarah dan terintegrasi,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Riding Panjang, Fajar S, yang berharap kolaborasi antara pemerintah desa dan perusahaan semakin kuat.
“Harapannya ke depan ada kolaborasi lebih konkret, termasuk mendorong kelompok masyarakat agar lebih produktif,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari kalangan akademisi. Wakil Direktur I Akademik Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung, Irwan, menilai pelibatan perguruan tinggi dalam penyusunan RIPPM akan membuat program lebih tepat sasaran.
“Dengan melibatkan berbagai pihak, program yang disusun akan semakin relevan dan berdampak jangka panjang,” katanya.
PT TIMAH menyebut, forum serupa juga akan digelar di wilayah operasional lainnya sebagai bagian dari penyusunan RIPPM secara partisipatif.
Melalui langkah ini, perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang inklusif, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasionalnya. (Suf)
Sumber : www.timah.com




