HeadlinePemkot Pangkalpinang

Pemkot Pangkalpinang Klaim Inflasi Terkendali di Angka 1,92 Persen

PANGKALPINANG, MEDIAQU.id — Pemerintah Kota Pangkalpinang menyatakan laju inflasi daerah masih terkendali. Hingga saat ini, inflasi Kota Pangkalpinang tercatat sebesar 1,92 persen atau berada di bawah target nasional sebesar 2,5 persen ± 1 persen.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Pangkalpinang, Juhaini, mengatakan capaian tersebut menempatkan Pangkalpinang sebagai salah satu daerah dengan tingkat inflasi terendah di Indonesia.

“Posisi inflasi kita saat ini berada di angka 1,92 persen. Angka ini masih sangat aman dan berada dalam rentang target yang ditetapkan pemerintah pusat,” kata Juhaini usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri secara virtual, Senin (8/6/2026).

Menurut dia, capaian tersebut tidak terlepas dari upaya pengendalian harga bahan pokok dan penting (bapokting) yang dilakukan pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan instansi terkait.

Dalam pemaparan rapat tersebut, sejumlah daerah dengan inflasi rendah antara lain Kabupaten Lampung Timur sebesar 1,87 persen dan Kota Bandar Lampung sebesar 1,9 persen.

Juhaini menjelaskan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang terbesar inflasi di Pangkalpinang dengan kontribusi mencapai 1,03 persen. Selain itu, komoditas emas perhiasan dan sektor transportasi juga turut memberikan andil terhadap kenaikan indeks harga konsumen.

Sementara itu, harga sejumlah komoditas hortikultura mulai menunjukkan tren yang lebih stabil. Harga bawang merah, misalnya, mengalami penurunan dibandingkan beberapa waktu lalu. Namun permintaan terhadap tomat sempat meningkat setelah periode Idulfitri.

Untuk menjaga stabilitas harga ke depan, Pemerintah Kota Pangkalpinang menyiapkan sejumlah langkah antisipatif. Salah satunya melalui gerakan pemanfaatan lahan kosong atau lahan tidur untuk ditanami berbagai kebutuhan pangan rumah tangga.

“Kami terus mendorong masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menanam kebutuhan pokok secara mandiri. Ini menjadi salah satu langkah menjaga ketahanan pangan keluarga sekaligus mengendalikan inflasi dari sisi pasokan,” ujar Juhaini.

Selain itu, pemerintah juga mengimbau masyarakat menerapkan pola konsumsi yang bijak, terutama terhadap komoditas yang kerap mengalami fluktuasi harga seperti cabai.

Pemkot Pangkalpinang optimistis sinergi antara pemerintah daerah, TPID, dan berbagai pemangku kepentingan dapat menjaga daya beli masyarakat serta mengendalikan laju inflasi hingga akhir tahun. (Suf)
 

Baca juga  Sekda Apresiasi Kejari Basel Gelar Lomba Cerdas Cermat

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!