Ide Kreatif Sugeng Indrawan, Lapas Pangkalpinang Sulap Potensi Nanas Jadi Produk Cuan

“Kita fokus satu produk dulu. Bagaimana produk ini memiliki standar, mulai dari proses pembuatan sampai nantinya siap dipasarkan,” jelasnya.
Menurut Sugeng, keberhasilan sebuah produk tidak hanya ditentukan dari proses produksi, tetapi juga bagaimana produk tersebut mampu diterima pasar.
Karena itu, pihaknya mendorong adanya perencanaan yang jelas mulai dari biaya produksi, kemasan, hingga pemasaran.
“Jangan sampai hanya bisa membuat produk, tetapi setelah itu kesulitan menjual. Kita harus memikirkan bagaimana produk ini bisa berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Kolaborasi bersama Pondok Pesantren Manba’ul Ulum juga menjadi langkah untuk membangun semangat kemandirian.
Pesantren dan masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan potensi yang ada untuk menciptakan peluang ekonomi baru.
Sugeng menilai, pengembangan produk lokal membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Dukungan dari masyarakat, pemerintah kelurahan, hingga jaringan pemasaran menjadi faktor penting agar produk dapat berkembang.
“Konsepnya sama, bagaimana kita membangun potensi yang ada, mengoptimalkan kemampuan, dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat,” tuturnya.
Melalui program ini, dodol nanas diharapkan bukan hanya menjadi hasil pelatihan, tetapi dapat tumbuh menjadi produk unggulan lokal yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Dari buah sederhana yang tumbuh di kebun, kini nanas mulai diarahkan menjadi peluang usaha baru.
Sebuah langkah kecil yang diharapkan mampu membawa dampak besar bagi kemandirian ekonomi warga Pangkalpinang. (Suf)




