Wujudkan Pengabdian Nyata Berbasis Kolaborasi, 29 Mahasiswa UGM Siap Mengabdi melalui Program KKN-PPM Periode II di Bangka Selatan

BANGKA SELATAN – Sebanyak 29 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dari berbagai disiplin ilmu akan melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II Tahun 2026 di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Mahasiswa yang tergabung dalam Tim KKN-PPM UGM “Junjung Pulau Besar” tersebut akan menjalankan berbagai program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat selama 46 hari, mulai 23 Juni hingga 8 Agustus 2026.
Dalam pelaksanaan KKN tahun ini, tim mengusung tema “Optimalisasi Potensi Pertanian dan Peternakan Berkelanjutan untuk Pengembangan Kawasan Batu Betumpang sebagai Sentra Pangan di Pulau Besar, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan.”
Tema tersebut dipilih sebagai bentuk komitmen mahasiswa untuk mendukung pengembangan potensi lokal di kawasan Batu Betumpang yang meliputi tiga desa, yakni Desa Fajar Indah, Desa Sumber Jaya Permai, dan Desa Panca Tunggal.
Berbagai program yang dirancang tidak hanya berfokus pada sektor pertanian dan peternakan, tetapi juga mencakup bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga peningkatan fasilitas infrastruktur yang masih terbatas.
Seluruh kegiatan disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat dan mengacu pada prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) guna mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Pada sektor pertanian dan peternakan, mahasiswa akan melaksanakan sejumlah kegiatan untuk mengoptimalkan potensi lokal yang ada di wilayah tersebut. Program yang dijalankan antara lain sosialisasi pemanfaatan bahan alami sebagai desinfektan kandang, pemberian obat cacing pada ternak, serta edukasi mengenai penyimpanan hasil pertanian yang baik.
Selain itu, mahasiswa juga akan memberikan pelatihan pembuatan susu jagung sebagai produk olahan bernilai tambah, memperkenalkan teknologi fermentasi kotoran sapi menjadi pupuk organik, hingga pemasangan set fly trap untuk mengurangi risiko penyakit yang ditularkan oleh lalat.
Upaya lainnya meliputi pengenalan tanaman yang mampu tumbuh pada kondisi tanah dengan tingkat keasaman tinggi serta peningkatan higiene kandang ternak dan penerapan biosekuriti guna menjaga kesehatan hewan ternak.
Di bidang pendidikan, program KKN menyasar siswa sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, serta anak-anak yang berada di lingkungan desa.
Kegiatan yang dirancang di antaranya sosialisasi deteksi kandungan boraks pada bakso menggunakan indikator kertas kunyit, program Kebun Cilik Pintar, kelas kewirausahaan dan pengolahan hasil pertanian, serta kegiatan Peta Cita-Cita untuk memotivasi generasi muda dalam merencanakan masa depan.


