Pangkalpinang

Kakanwil Ditjenpas Babel Bawa Produk Binaan Lapas Pangkalpinang Go Nasional Lewat Dodol Nanas

Namun, seiring meningkatnya permintaan pasar, pihaknya menyadari produksi tidak bisa hanya mengandalkan satu tempat.

Karena itu, akan dilakukan kerja sama dengan rumah produksi, Dekranasda, serta pelaku UMKM agar kapasitas produksi dapat terus berkembang.

“Kalau permintaan besar, tidak mungkin kita mengolah sendiri. Nantinya akan ada kerja sama dengan berbagai pihak agar produksi bisa memenuhi kebutuhan,” jelas Ade.

Selain pengembangan produk olahan nanas, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan.

Penanaman bersama dilakukan sebagai bentuk implementasi program Astacita Presiden Prabowo Subianto yang mendorong kemandirian pangan masyarakat.

Ade mengatakan, ketahanan pangan menjadi hal penting di tengah kondisi dunia yang menghadapi berbagai persoalan, termasuk konflik antarnegara yang dapat berdampak terhadap sektor ekonomi dan pangan.

Baca juga  Yuniar Putia Rahma Resmi Buka Pangkalpinang Fest Season 2

“Kita harus memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan. Masyarakat, termasuk jajaran pemasyarakatan, ikut mendukung program ini,” ungkapnya.

Ia juga memberikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Pangkalpinang dan masyarakat Tuatunu terhadap berbagai program pembinaan yang dilakukan Lapas Kelas IIA Pangkalpinang.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pemasyarakatan menjadi kunci agar program tersebut dapat berjalan dan memberikan manfaat nyata.

“Program ini harus berkelanjutan. Lapas Pangkalpinang bisa menjadi contoh praktik baik yang nantinya dapat diterapkan di tempat lain,” tuturnya.

Dengan hadirnya Dodol Nanas Tuatunu, potensi hasil perkebunan lokal tidak hanya menjadi produk olahan biasa, tetapi diharapkan mampu menjadi ikon baru Pangkalpinang sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. (Suf)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!