Walikota Pangkalpinang Ingin Durian Cumasi Bergema hingga Nasional

Saparudin mengungkapkan, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung sebelumnya juga telah membawa durian Cumasi untuk dipromosikan ke Yogyakarta. Sementara para pedagang mulai memasarkannya ke Jakarta dan Bandung sebagai bagian dari perluasan pasar.
Meski Pangkalpinang bukan daerah penghasil durian, menurut dia, ibu kota provinsi memiliki peran strategis sebagai pusat pemasaran berbagai hasil pertanian dari kabupaten di Bangka Belitung.
Karena itu, Pemkot sengaja memilih Destar Point sebagai lokasi penyelenggaraan bazar. Selain menjadi pusat kegiatan UMKM, kawasan tersebut diharapkan berkembang menjadi destinasi wisata kuliner berbasis durian.
“Kita ingin masyarakat tidak hanya mengenal Alun-alun Taman Merdeka atau lokasi wisata lainnya. Destar Point harus menjadi pusat aktivitas UMKM dan nantinya setiap musim durian akan menjadi lokasi tetap penyelenggaraan Bazar Durian Cumasi,” tegasnya.
Ia optimistis, jika kegiatan tersebut digelar secara konsisten setiap tahun, Destar Point akan memiliki daya tarik baru sebagai pusat wisata kuliner durian di Kota Pangkalpinang.
Pada kesempatan itu, Saparudin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, mulai dari penyelenggara, pelaku UMKM, perbankan, hingga berbagai instansi yang berkolaborasi menyukseskan bazar.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga Bazar Durian Cumasi dapat terselenggara dengan baik. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi petani, pelaku UMKM, pedagang, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya. (Suf)



