Disdik Babel Pastikan Semua Lulusan SMP Kebagian Sekolah
Masih Ada 1.800 Bangku SMA-SMK Kosong
“Paling tidak kita membantu meringankan beban masyarakat dari sisi transportasi karena jaraknya menjadi lebih dekat,” ujarnya.
Karena gedung SMA Negeri 5 masih dalam tahap pembangunan, kegiatan belajar mengajar untuk sementara akan dilaksanakan di lingkungan SMA Negeri 3 Pangkalpinang.
Para siswa akan memanfaatkan ruang laboratorium sebagai ruang belajar sementara. Skema ini diperkirakan berlangsung paling lama selama satu semester hingga gedung sekolah baru siap digunakan.
Untuk mendukung proses pembelajaran, guru-guru dari SMA Negeri 3 Pangkalpinang akan diperbantukan mengajar di SMA Negeri 5 sebelum nantinya ditempatkan tenaga pendidik definitif.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih menghadapi tantangan berupa kekurangan tenaga pendidik, terutama guru kejuruan SMK dan guru Sekolah Luar Biasa (SLB).
Saipul mengatakan kebutuhan guru pada dua bidang tersebut masih cukup tinggi karena belum banyak perguruan tinggi yang menghasilkan lulusan sesuai kompetensi yang dibutuhkan.
“Kalau guru matematika, olahraga, atau PKN sudah mulai tersedia. Tapi untuk guru pendidikan khusus dan guru kejuruan memang masih menjadi kebutuhan,” jelasnya.
Pemerintah daerah, lanjut Saipul, telah mengusulkan penambahan formasi guru pada tahun 2026 untuk mengatasi kekurangan tersebut.
Sembari menunggu pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik, sejumlah guru masih harus mengajar melebihi beban kerja standar agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan optimal.
“Standarnya guru mengajar 24 jam. Tapi kalau harus sampai 30 hingga 32 jam, sementara ini masih bisa dilakukan agar proses pembelajaran tetap berlangsung,” tutup Saipul. (Suf)




