Pemkot Pangkalpinang Catat 221 Anak Tidak Sekolah, 400 Data ATS Masih Diverifikasi

Saat ini, pendataan ATS menggunakan Dashboard ATS yang mengintegrasikan data Dapodik, EMIS, serta data kependudukan dari Dukcapil.
Meski demikian, masih ditemukan ketidaksesuaian data akibat Nomor Induk Kependudukan yang belum sinkron.
“Masih ada anak yang sebenarnya aktif bersekolah, tetapi dalam sistem tercatat belum pernah sekolah. Karena itu verifikasi di lapangan harus dilakukan agar intervensi tepat sasaran,” katanya.
Berdasarkan hasil pendataan, penyebab anak tidak bersekolah cukup beragam. Mulai dari keterbatasan biaya pendidikan, kesulitan transportasi, lokasi sekolah yang jauh, hingga tuntutan membantu perekonomian keluarga.
Selain itu, faktor pernikahan dini, pengaruh lingkungan, dan kondisi disabilitas juga menjadi penyebab anak tidak melanjutkan pendidikan.
Agustu meminta seluruh organisasi perangkat daerah, camat, lurah, operator kelurahan, serta pekerja sosial masyarakat berperan aktif dalam proses pendataan dan pendampingan.
“Harapnya agar seluruh anak yang belum bersekolah dapat kembali memperoleh haknya atas pendidikan,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Agustu juga memberikan apresiasi kepada Kecamatan dan Kelurahan Gerunggang yang dinilai aktif mendampingi anak-anak tidak sekolah hingga kembali mengenyam pendidikan
Ia berharap langkah serupa dapat dilakukan oleh seluruh wilayah di Kota Pangkalpinang agar angka ATS terus menurun dari tahun ke tahun. (Suf)




