2 Ton Sampah Diangkut dari Jerambah Gantung, DLH Soroti Kebiasaan Buang Sampah Sembarangan

PANGKALPINANG, MEDIAQU.ID — Tumpukan sampah di kawasan Jerambah Gantung, Kota Pangkalpinang, kembali menjadi perhatian.
Dalam kegiatan gotong royong yang melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Pangkalpinang, sekitar 2 ton sampah berhasil dikumpulkan dan diangkut menggunakan empat armada sampah.
Pembersihan pada Jumat pagi (18/9/2026), dilakukan mulai dari kawasan Mesjid Istigrob hingga Jerambah Gantung. Seluruh OPD dibagi ke sejumlah titik untuk menangani sampah yang menumpuk di sepanjang kawasan tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang, Fahrizal, mengatakan persoalan sampah di Jerambah Gantung tidak cukup diselesaikan hanya dengan mengangkut tumpukan sampah.
Menurutnya, kebiasaan membuang sampah pada satu titik justru berpotensi membuat lokasi tersebut kembali menjadi tempat pembuangan.
“Kalau kita taruh kontainer seperti di Pasar Pagi, sembarangan orang di pinggir-pinggir numpuk di situ juga. Ada plus-minusnya,” ujar Fahrizal kepada Mediaqu.id.
Ia mengatakan DLH mendorong masyarakat memanfaatkan layanan pengelolaan sampah melalui kelurahan maupun desa setempat agar sampah rumah tangga tidak dibuang sembarangan.
Fahrizal menyebut sampah yang ditemukan di kawasan Jerambah Gantung diperkirakan berasal dari berbagai wilayah.
Tidak hanya masyarakat sekitar, tetapi juga kemungkinan berasal dari wilayah kabupaten maupun warga yang beraktivitas di Pangkalpinang.
“Sampahnya mungkin bisa 50/50 ya. Bisa dari kabupaten ke sini, dari arah kita pun bisa juga ke sini,” katanya.
Fahrizal mengungkapkan kawasan Jerambah Gantung berada di wilayah perbatasan yang masih banyak terdapat lahan kosong.
Di sisi lain, pertumbuhan permukiman di kawasan Gerunggang, Gabek, Jerambah Gantung hingga Tuatunu turut menambah tantangan pengelolaan sampah.
DLH, kata dia, telah menyiapkan layanan pengelolaan sampah melalui kelurahan dan mendorong adanya pengelolaan secara swadaya.
Namun, perilaku membuang sampah secara praktis di lokasi tertentu dapat memicu penumpukan baru.
“Buang satu kantong akan ngikutin 1.000 kantong yang lain,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak menjadikan kawasan Jerambah Gantung sebagai lokasi pembuangan sampah.
Masyarakat di sekitar Kerabut, Jerambah Gantung, Tuatunu maupun warga dari wilayah kabupaten yang melintas atau beraktivitas di Pangkalpinang diminta menggunakan layanan pengelolaan sampah yang tersedia.
“Silakan berlangganan di kelurahan setempat di Pangkalpinang ataupun desa setempat yang di Pangkalan Baru,” kata Fahrizal.
Fahrizal menjelaskan kegiatan pembersihan tersebut merupakan bagian dari program Jumat Asri yang rutin dilaksanakan Pemkot Pangkalpinang.
Kegiatan sempat berhenti selama dua hingga tiga pekan karena padatnya agenda rangkaian HUT Kota Pangkalpinang.
“Memang kita setiap Jumat rutin untuk melakukan gotong royong, Jumat Asri,” ujarnya.
Pembersihan Jerambah Gantung sendiri, menurut Fahrizal, telah masuk dalam rencana DLH sebelum adanya arahan lanjutan dari Wali Kota Pangkalpinang.
Ia berharap kegiatan gotong royong tidak berhenti pada pengangkutan sampah, tetapi diikuti perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan.
“Harapannya seperti itu, jadi sampah kita terkelola dan tidak ada sampah liar,” katanya.
Dengan diangkutnya sekitar dua ton sampah dari kawasan tersebut, DLH berharap Jerambah Gantung tidak kembali menjadi titik penumpukan sampah.
Masyarakat pun diminta ikut menjaga kawasan yang telah dibersihkan agar persoalan serupa tidak berulang. (Suf)




