Enam Siswa MI Al-Arifin Dilarikan ke Puskesmas Usai Santap MBG, Temukan Ulat di Susu
PANGKALPINANG, MEDIAQU.ID — Enam siswa kelas 4 MI Al-Arifin mengalami mual, sakit perut hingga muntah setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (18/9/2026).
Salah seorang siswa juga dilaporkan menemukan ulat di dalam susu yang diterimanya dalam paket MBG. Setelah mengalami keluhan, keenam siswa dibawa ke UPT Puskesmas Girimaya untuk mendapatkan pemeriksaan dan observasi.
MI Al-Arifin merupakan madrasah ibtidaiyah swasta yang beralamat di Jalan Taib Utama Nomor 002, Desa Dul, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Menurut Amanda, salah seorang guru, makanan MBG dibagikan kepada siswa sekitar pukul 08.00. Para siswa kemudian mulai menyantap makanan sekitar pukul 08.30 WIB.
Pada awalnya, aktivitas siswa berlangsung seperti biasa. Namun sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB, seorang siswa melaporkan kepada guru bahwa terdapat ulat di dalam susu.
“Bu, ada ulat,” ujar siswa tersebut, sebagaimana diceritakan Amanda kepada Mediaqu.id.
Setelah kejadian itu, sejumlah siswa mulai mengeluhkan mual, sakit perut, pusing dan muntah.
“Yang muntah semuanya, enam-enamnya muntah,” kata Amanda.
Keenam siswa kemudian dibawa ke UPT Puskesmas Girimaya sekitar pukul 10.30 WIB.
Amanda mengatakan temuan ulat tersebut hanya terjadi pada satu kemasan susu. Namun, ia belum dapat memastikan apakah keluhan yang dialami keenam siswa berkaitan dengan makanan MBG.
“Enggak tahu, itu anak-anak antara dari luar apa dari MBG, belum tahu,” ujarnya.
Menurut Amanda, siswa yang tidak mengonsumsi susu tersebut disebut tidak mengalami keluhan.
Guru lainnya juga menyebut masa kedaluwarsa susu yang diperiksa masih cukup lama.
“Kadaluarsanya masih lama,” ujarnya.
Siswa Mendapat Pemeriksaan
Setelah tiba di UPT Puskesmas Girimaya, keenam siswa mendapatkan pemeriksaan dan observasi dari petugas kesehatan.
Petugas juga meminta orang tua memantau kondisi anak setelah diperbolehkan pulang. Apabila muncul keluhan berat, termasuk muntah-muntah hebat, orang tua diminta segera membawa anak kembali ke fasilitas kesehatan.
Hingga tahap tersebut, belum ada keterangan medis yang menyatakan bahwa keluhan keenam siswa merupakan akibat keracunan makanan atau disebabkan oleh MBG.
Kepala Puskesmas Belum Berhasil Dikonfirmasi
Untuk memperoleh keterangan mengenai kondisi keenam siswa dan hasil pemeriksaan, wartawan berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala UPT Puskesmas Girimaya, Emi Yuliani.
Namun, saat wartawan mendatangi puskesmas pada Jumat siang, Emi Yuliani.diketahui telah meninggalkan lokasi.
Salah seorang staf puskesmas mengatakan Emi Yuliani sempat datang ke kantor sebelum kemudian meninggalkan lokasi.
“Ibu Emi Yuliani.sudah pulang tadi. Tadi sempat datang, lalu sudah pulang,” ujar staf tersebut.
Ketika ditanya apakah Kepala Puskesmas akan kembali ke kantor, staf tersebut menyebut jam pelayanan pada Jumat telah berakhir.
“Tidak lagi, karena sudah jam tutup. Sekarang hari Jumat, jam setengah 12 sudah tutup,” katanya.
Sampai berita ini diterbitkan, penyebab pasti keluhan yang dialami keenam siswa belum diketahui.
Belum ada keterangan resmi yang memastikan adanya hubungan sebab-akibat antara konsumsi MBG dengan keluhan kesehatan tersebut.
Karena itu, diperlukan pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan penyebab kejadian, termasuk terhadap makanan dan susu yang dikonsumsi para siswa.
Mediaqu.id tetap membuka ruang konfirmasi bagi pihak UPT Puskesmas Girimaya, sekolah, penyedia MBG maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan dan informasi tambahan mengenai kejadian tersebut. (Suf)




