HeadlinePangkalpinang

Dispar Pangkalpinang Siapkan 5 Strategi, Festival Budaya dan Promosi Digital Jadi Fokus

PANGKALPINANG, MEDIAQU.ID – Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang menyiapkan lima strategi pemasaran pariwisata untuk 2027, mulai dari penguatan promosi digital, kolaborasi dengan influencer, penyelenggaraan festival budaya hingga peningkatan kemitraan pariwisata.

Langkah tersebut disiapkan Bidang Pemasaran Pariwisata di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Pariwisata Pangkalpinang, Ir. Yan Rizana untuk memperluas jangkauan promosi sekaligus memperkuat daya tarik destinasi dan event unggulan Kota Pangkalpinang.

Berdasarkan dokumen perencanaan kegiatan 2027 yang diterima, lima subkegiatan strategis itu mencakup promosi pariwisata melalui berbagai media, fasilitasi kegiatan pemasaran, penyediaan data dan informasi, penguatan kerja sama serta monitoring dan evaluasi pemasaran pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata Pangkalpinang, Yan Rizana, mengatakan pengembangan pemasaran pariwisata perlu mengikuti perubahan pola promosi dan perilaku wisatawan yang semakin dekat dengan teknologi digital.

“Pemasaran pariwisata ke depan harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan wisatawan. Promosi digital, penguatan event budaya, serta kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi bagian penting untuk meningkatkan daya saing pariwisata Pangkalpinang,” katanya kepada Mediaqu.id, Rabu (14/10/2026).

Salah satu fokus utama dalam perencanaan 2027 adalah penguatan promosi melalui media cetak, elektronik, dan media lainnya, baik di dalam maupun luar negeri.

Program tersebut mencakup lima paket pekerjaan, yakni promosi melalui media, pembuatan dua paket konten video, penyediaan jasa aplikasi dan platform digital seperti Canva, CapCut, serta ChatGPT, kerja sama dengan influencer, selebgram dan key opinion leader (KOL), serta jasa iklan media sosial.

Pemanfaatan berbagai platform tersebut diharapkan dapat membuat informasi mengenai destinasi, atraksi wisata, kuliner dan agenda kegiatan di Pangkalpinang lebih mudah dijangkau calon wisatawan.

“Konten yang menarik dan penyebaran informasi melalui platform digital perlu dioptimalkan agar potensi wisata Pangkalpinang semakin dikenal luas. Kami juga perlu menjangkau segmen wisatawan yang lebih beragam,” ujar Yan.

Selain promosi digital, Dispar Pangkalpinang juga menyiapkan fasilitasi kegiatan pemasaran pariwisata melalui enam agenda, yaitu branding pariwisata, Festival Pasir Padi 8, Festival Kampung Bintang, fasilitasi promosi, Festival Nganggung, serta Pemilihan Bujang Dayang.

Festival Pasir Padi dan Festival Kampung Bintang menjadi bagian dari agenda yang diarahkan untuk memperkuat daya tarik wisata kota.

Baca juga  UBB dan Polda Babel Perkuat Kolaborasi Akademik

Sementara itu, Festival Nganggung berpotensi mengangkat tradisi masyarakat Melayu sebagai identitas budaya Pangkalpinang.

Pemilihan Bujang Dayang juga menjadi salah satu sarana promosi dengan melibatkan generasi muda dalam memperkenalkan potensi daerah.

Yan mengatakan penyelenggaraan event perlu diiringi promosi yang terencana agar manfaatnya tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga berdampak terhadap kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Event pariwisata bukan hanya tentang penyelenggaraan kegiatan. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kegiatan tersebut mampu menarik pengunjung, memperkenalkan identitas daerah, dan memberikan manfaat bagi pelaku usaha serta masyarakat,” katanya.

Strategi ketiga adalah penyediaan data dan penyebaran informasi pariwisata yang valid dan mutakhir.

Ketersediaan informasi destinasi, atraksi, fasilitas pendukung dan agenda wisata dibutuhkan untuk membantu wisatawan merencanakan kunjungan sekaligus memberikan gambaran potensi daerah kepada calon mitra maupun investor.

Selanjutnya, Dispar akan memperkuat kerja sama dan kemitraan pariwisata, baik di dalam maupun luar negeri. Kolaborasi diharapkan melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas dan media untuk memperluas jangkauan pemasaran.

Strategi kelima adalah monitoring dan evaluasi pengembangan pemasaran pariwisata. Evaluasi diperlukan untuk menilai pelaksanaan program, jangkauan promosi serta efektivitas kegiatan yang telah dilakukan.

“Setiap program pemasaran harus memiliki arah dan hasil yang dapat dievaluasi. Dengan begitu, kegiatan promosi berikutnya dapat disusun lebih terukur dan sesuai dengan kebutuhan pengembangan pariwisata,” ujar Yan.

Melalui lima strategi tersebut, Dispar Pangkalpinang menargetkan pemasaran pariwisata pada 2027 berjalan lebih terarah, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta tetap bertumpu pada kekuatan budaya dan potensi lokal.

“Perpaduan promosi digital, penguatan event, penyediaan informasi yang akurat dan kemitraan diharapkan dapat meningkatkan daya saing Pangkalpinang sebagai destinasi wisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” pungkasnya. (Suf)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!