Mie Go Dorong Pelatihan Kerja untuk Warga Pangkalpinang

PANGKALPINANG, MEDIAQU.ID – Dinas Tenaga Kerja, Pemkot Pangkalpinang menggelar pelatihan kerja berbasis unit kompetensi untuk kejuruan teknik sepeda motor, tata boga, desain grafis, tata rias pengantin, dan menjahit.
Pelatihan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Mie Go, Selasa (5/8/2025), di ruang Balai Betason dan akan berlangsung selama 14 hari ke depan.
Dalam sambutan Wali Kota Pangkalpinang,, Mie Go menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta tingginya antusiasme masyarakat.
“Animo masyarakat luar biasa, dari 170 pendaftar, hanya 45 orang yang bisa kami terima. Artinya, ini baru sekitar 26 persen dari jumlah peminat,” ujar Mie Go.
Mie Go menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari solusi atas meningkatnya angka pengangguran di Pangkalpinang. Berdasarkan data BPS, tingkat pengangguran terbuka di Pangkalpinang tahun 2024 mencapai 5,98 persen, naik dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 5,75 persen.
“Kita semua tahu, angka pengangguran naik 0,22 persen dibanding tahun lalu. Ini tentu menjadi perhatian serius. Maka dari itu, pelatihan semacam ini sangat penting untuk menekan angka pengangguran dan mencetak tenaga kerja yang kompeten,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Mie Go juga menyampaikan bahwa saat ini Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang belum memiliki balai latihan kerja sendiri.
Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen mengadakan pelatihan dengan memanfaatkan sarana yang ada.
“Kendala memang masih ada. Kita belum punya balai latihan kerja permanen. Tapi bukan berarti komitmen berhenti. Setiap tahun pelatihan tetap kita laksanakan dengan dukungan dari berbagai pihak,” ujarnya.
Pelatihan tahun ini juga hasil kolaborasi antara bidang pembinaan, penempatan, dan produktivitas tenaga kerja, serta masukan dari masyarakat dan OPD terkait. Termasuk keterlibatan bagi penyandang disabilitas.
Sekda Pangkalpinang berharap, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga bisa melahirkan wirausahawan baru yang mampu membuka lapangan kerja mandiri.
“Kami bangga bila nantinya para peserta bisa membuka usaha sendiri, baik secara perorangan maupun kelompok. Ini akan sangat membantu dalam mengurangi pengangguran dan meningkatkan ekonomi keluarga mereka,” harapnya.
Ke depan, Mie Go berharap jumlah unit kompetensi dan jumlah peserta dapat ditingkatkan. Pelatihan harus menyesuaikan kebutuhan dunia kerja dan tren lapangan pekerjaan yang terus berubah.
“Kami dorong agar Dinas Tenaga Kerja terus meningkatkan pelatihan, baik dari sisi jumlah maupun jenis kejuruan. Supaya bisa menjawab kebutuhan perusahaan, sekaligus mendukung isu strategis Pemkot dalam menciptakan lapangan kerja dan SDM yang unggul,” pungkasnya.
Adapun bidang pelatihan yaitu teknik sepeda motor, menjahit, tata rias pengantin, tata boga, dan desain grafis. (Suf)




