Pengembangan Geowisata Babel Didukung PT Timah dan ITB
Pulau Bangka dan Belitung dikenal memiliki potensi besar dalam sektor geowisata, dengan berbagai formasi batuan unik seperti batu satam di Belitung, batu belimbing di Toboali, dan batuan pantai di Tikus Emas.
Mirzam berharap bahwa hasil penelitian ini nantinya dapat dimanfaatkan oleh para penggiat wisata, masyarakat, serta pemerintah daerah untuk memaksimalkan potensi wisata geologi di kawasan tersebut.
Perwakilan Dinas Pariwisata Bangka Belitung, Yuliarsyah, juga menekankan bahwa pariwisata di wilayah ini saat ini sedang menghadapi tantangan berat. Oleh karena itu, penelitian dan pengembangan potensi geowisata diharapkan dapat menjadi dorongan bagi pemerintah untuk memperbaiki sektor pariwisata yang sedang lesu.
“Kondisi pariwisata dan ekonomi Babel tidak baik-baik saja. Dengan adanya penelitian ini, kami berharap bisa dibantu dalam mengembangkan potensi yang ada, terutama dari sisi geologi yang kaya,” ungkap Yuliarsyah.
Pengembangan geowisata, menurut Mirzam, dapat berjalan seiring dengan aktivitas penambangan timah, asalkan penambangan dilakukan secara legal dan menerapkan kaidah penambangan yang baik. Ia memberikan contoh Geopark Banyuwangi, di mana penambangan sulfur dan geowisata dapat berlangsung secara harmonis.
FGD ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi pentahelix, yaitu sinergi antara akademisi, pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan media untuk memaksimalkan pengembangan geowisata di Pulau Bangka. Kolaborasi ini diyakini akan memberikan dampak positif tidak hanya pada sektor pariwisata, tetapi juga pada perekonomian masyarakat setempat. (*)
Sumber : Timah.com




