
“Kesehatan adalah hak setiap individu, dan kami berkomitmen untuk mewujudkannya,” tegasnya.
Riza-Debby juga akan fokus pada pengembangan ekonomi inklusif yang berbasis potensi lokal dan berkelanjutan. Ini mencakup penerapan inovasi dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan verifikasi produk hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan.
“Kami ingin mewujudkan perekonomian domestik yang berbasis keunggulan kompetitif dan komparatif, serta mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan di sektor-sektor strategis,” tuturnya.
Dalam hal pembangunan kewilayahan, Riza menyatakan bahwa pemerataan pembangunan wilayah perlu ditingkatkan untuk mendorong pertumbuhan kawasan.
“Kabupaten Bangka Selatan memiliki karakteristik wilayah yang unik, dengan dua kecamatan di pulau yang berbeda, yakni Kecamatan Lepar dan Kecamatan Kepulauan Pongok. Ini menjadi perhatian kami,” ungkap Riza.
Dengan berbagai langkah dan program yang telah disusun, pasangan Riza-Debby optimis dapat mencapai visi “Bangka Selatan Maju dan Berkelanjutan 2029”.
“Diharapkan, dengan kerja keras dan kolaborasi semua pihak, visi ini tidak hanya menjadi mimpi, tetapi dapat terwujud menjadi kenyataan,” tutup pria berkacamata ini. (Suf)



