HeadlinePT Timah Tbk

PT Timah Dukung Pengembangan Wisata Edukasi Kolong Cepakek di Bangka Barat

Wisata Edukasi Kolong Cepakek juga telah berkembang menjadi kawasan terintegrasi dengan berbagai sektor, seperti peternakan, perkebunan, pengelolaan sampah, dan konservasi tanaman endemik. Kawasan ini tidak hanya menyediakan hiburan edukatif bagi pengunjung, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat desa.

Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Sugito, turut memberikan apresiasi atas inisiatif dan kerja sama yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Air Limau bersama PT Timah. Dalam kunjungannya ke kawasan wisata Kolong Cepakek, Sugito memuji sinergi yang terjalin antara masyarakat, pemerintah desa, dan sektor swasta.

“Desa Air Limau merupakan contoh nyata dari desa yang inovatif dan kreatif. Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang kuat antara Pemerintah Desa, warga, dan PT Timah melalui CSR-nya. Kolaborasi ini berhasil menjadikan Kolong Cepakek sebagai kawasan wisata edukatif yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Sugito.

Sugito juga berharap bahwa model kolaborasi ini dapat menginspirasi desa-desa lain di Kepulauan Bangka Belitung untuk mengembangkan potensi mereka dengan dukungan dari sektor swasta. Menurutnya, kerja sama seperti ini dapat membantu membangun daerah yang lebih berkelanjutan dan sejahtera.

Baca juga  3 Bulan Jabatan Plh Sekda Bangka Selatan, Hefi Nuranda

Keberadaan Wisata Edukasi Kolong Cepakek memberikan dampak signifikan bagi perekonomian desa. Selain menjadi destinasi wisata yang viral dan diminati, keberadaan wisata ini juga membuka peluang pekerjaan baru serta memberikan edukasi bagi masyarakat tentang cara-cara mengelola lingkungan pasca tambang. Wisata Kolong Cepakek pun berhasil memadukan aspek edukasi, ekonomi, dan pelestarian lingkungan dalam satu kawasan yang berkelanjutan.

Dengan sinergi antara PT Timah, Pemerintah Desa Air Limau, dan masyarakat, Wisata Edukasi Kolong Cepakek diharapkan dapat terus berkembang, menjadi salah satu destinasi unggulan di Bangka Barat, serta menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengelola potensi wilayahnya. (*)

Sumber : www.timah.com

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!