
Satu unit KIP, yang jarang beroperasi, hanya berlabuh dan menghalangi area nelayan. “Satu kapal hanya berlabuh saja, menghalangi kami memasang jaring,” keluhnya.
Nelayan lainnya juga mengungkapkan kecurigaan karena salah satu KIP milik PT SMB tersebut tidak pernah terlihat melakukan bongkar muat bijih timah.
Menurut RD, warga Desa Rajik, hal ini membuat warga bertanya-tanya mengenai aktivitas sebenarnya dari kapal tersebut. ”
Aneh, satu kapal itu tidak pernah terlihat membongkar bijih timah. Ada apa sebenarnya?” tanyanya.
Hingga kini, pihak media masih berupaya menghubungi berbagai pihak terkait, termasuk pemerintahan desa, untuk mendalami kecurigaan masyarakat setempat serta tanggung jawab perusahaan terhadap warga melalui Corporate Social Responsibility (CSR) di wilayah tersebut. (*)




