PAD Anjlok, Wakil Ketua DPRD II Basel Soroti Lemahnya Kinerja OPD

BANGKA SELATAN – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bangka Selatan tahun 2024 menjadi perhatian serius. Dari target sebesar Rp 83,41 miliar, hanya Rp 42,59 miliar atau 51,06 persen yang berhasil dicapai.
Kondisi ini mendapat kritik tajam dari DPRD, yang menyoroti kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil PAD. Berdasarkan data, sumber utama PAD berasal dari pajak daerah dengan realisasi Rp 22,83 miliar atau 62,57 persen dari target.
Retribusi daerah hanya menyumbang Rp 4,63miliar (77,69 persen), sementara hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan tercapai 100 persen atau 6,62 Miliar.
Sedangkan lain-lain PAD yang sah hanya 24,78 persen atau senilai 8,51 Miliar dari target 34,35 Miliar.
Wakil Ketua II DPRD Bangka Selatan, Rusi Sartono, SIP, menilai capaian ini mencerminkan kinerja OPD yang belum optimal.
“Wajib hukumnya bagi OPD untuk mencapai target PAD. Jika tidak, harus ada evaluasi besar-besaran. Kinerjanya harus segera digenjot agar tidak menghambat pembangunan daerah,” tegasnya kepada Mediaqu.id pada Senin (6/1/2025).
Politisi Partai Gerindra ini juga menegaskan bahwa DPRD akan terus memantau kinerja OPD dan memastikan optimalisasi PAD menjadi prioritas utama.
“Kami akan kawal terus masalah ini. Kalau masih belum ada perbaikan, kami akan meminta tindakan tegas terhadap OPD yang tidak mampu mencapai target,” tambahnya.
“Kami meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memaksimalkan potensi pendapatan, termasuk melakukan evaluasi terhadap sektor-sektor yang belum optimal,” pungkasnya.




