Pemkot Pangkalpinang dan Densus 88 Sosialisasikan Bahaya RET

Subekti juga mengingatkan para peserta untuk menyampaikan materi yang diterima kepada teman-teman mereka, terutama peserta MTQ yang masih duduk di bangku SMA. Harapannya, mereka bisa menjaga diri sekaligus mengedukasi lingkungan sekitarnya agar tidak terpengaruh konten-konten negatif di media sosial.
“Tadi juga disampaikan, ternyata akun-akun yang mengangkat konten radikal dan teror lebih banyak jumlahnya. Jadi perlu lebih bijak dan selektif dalam menggunakan media sosial,” tambahnya.
Saat ditanya soal program lanjutan, Subekti mengatakan kegiatan edukasi ini merupakan inisiasi dari Densus 88, namun pihaknya akan terus mendorong perluasan audiens, termasuk menyasar sekolah-sekolah.
Terkait komitmen Pemkot Pangkalpinang dalam pencegahan RET, Subekti menegaskan bahwa pihaknya selalu berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan sekarang semakin mudah karena sudah ada koordinator wilayah Densus 88 di Babel.
“Kami berharap komunikasi ini bisa lebih cepat dan responsif untuk mengantisipasi bila ada potensi ancaman atau hal-hal yang mencurigakan,” pungkasnya. (Suf)




