Bangka

KPU Bangka Terancam Dipolisikan, Kuasa Hukum BETUAH: Ijazah Sah Dituding Palsu, Ini Pembunuhan Karakter!

BANGKA – Arena Pilkada Kabupaten Bangka memanas! Dugaan penjegalan yang menimpa pasangan Rato Rusdiyanto-Ramadian, yang akrab disapa BETUAH, kini berujung pada ancaman laporan pidana terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangka.

Pengacara senior Iwan Prahara SH, yang kini mengemban amanah sebagai kuasa hukum BETUAH, tak main-main, dua komisioner KPU Bangka akan diseret ke Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Target utama laporan pidana ini adalah Sinarto selaku Ketua KPU Bangka dan Redi Citra, komisioner KPU lainnya. Iwan Prahara menuding keras KPU Bangka telah merusak tatanan pemilihan yang damai dengan mengeluarkan keputusan kontroversial yang menyatakan Rato Rusdiyanto tidak memenuhi syarat (TMS) lantaran ijazah Paket C miliknya.

“Saya telah resmi ditunjuk sebagai penasihat hukum pasangan Rato Rusdiyanto-Ramadian. Selain melaporkan ke Bawaslu, rencananya hari Senin kami akan melaporkan secara pidana Komisioner KPU Bangka Sinarto dan Redi Citra ke Polda Kepulauan Bangka Belitung,” tegas Iwan Prahara, Sabtu (26/7/2025) pagi.

Baca juga  DPD Garis Babel Siap Menangkan Duet Ganjar-Mahfud

Didampingi pasangan BETUAH Rato Rusdiyanto-Ramadian dan Direktur Pemenangan, Redy Zedira Tama, Iwan Prahara tak hanya mempersoalkan keputusan TMS. Ia menyoroti tuduhan KPU yang secara sepihak memvonis ijazah Rato Rusdiyanto palsu. Ini, menurut Iwan, adalah pembunuhan karakter yang tak bisa ditolerir.

“Mereka memvonis ijazah Pak Rato Rusdiyanto palsu. Ini tidak hanya berimbas pada gagalnya pasangan Rato Rusdiyanto-Ramadian ditetapkan sebagai pasangan calon, tetapi juga berimbas kepada reputasi dan nama baik pribadi Rato Rusdiyanto di mata keluarga, rekan, dan relasi bisnisnya. Tentunya itu sudah menjadi ranah pidana!” kecam Iwan Prahara.

Iwan menegaskan bahwa KPU, sebagai penyelenggara Pemilu, sama sekali tidak memiliki kewenangan untuk menyatakan suatu dokumen palsu. Tuduhan yang dilontarkan Redi Citra dan Sinarto di hadapan publik disebut Iwan telah menghancurkan nama baik kliennya secara pribadi, keluarga, dan bisnis.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!