DPRD Babel

Timah Dunia Tembus USD 43.000, Beliadi Desak PT Timah Naikkan Harga Beli ke Masyarakat

PANGKALPINANG — Harga timah dunia yang saat ini mendekati 43.000 USD per metrik ton dinilai tidak sebanding dengan harga beli timah di tingkat masyarakat penambang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Beliadi, menilai kondisi tersebut sebagai bentuk ketidakadilan yang nyata terhadap masyarakat penambang.

Beliadi mengungkapkan, dengan harga timah dunia setinggi saat ini, seharusnya harga beli timah di masyarakat, baik oleh PT Timah Tbk maupun smelter, berada di atas Rp450.000 per SN. Namun fakta di lapangan, harga beli yang diterima masyarakat masih berkisar Rp300.000, / SN bahkan di beberapa lokasi penampang disebut masih di bawah Rp200.000, meskipun bukan dalam kategori SN.

“Dengan harga timah dunia hampir 43.000 USD, harga beli di masyarakat itu sudah sangat tidak wajar. Selayaknya PT Timah dan smelter membeli timah masyarakat di atas Rp450.000 per SN. Ini jelas perlakuan yang tidak adil,” tegas Beliadi.

Baca juga  Ketua DPRD Babel Minta Masyarakat Tidak Panik Soal Stok BBM dan LPG

Ia menilai PT Timah yang telah diberikan hak kuasa penambangan dan perlindungan luar biasa oleh negara, seharusnya tidak “mencekik” harga timah masyarakat dengan membeli pada harga serendah-rendahnya.

“Sudah diberi hak yang luar biasa, perlindungan yang luar biasa, tapi harga di masyarakat justru dicekik. Ini sangat tidak berkeadilan,” ujarnya.

Beliadi berharap dalam satu hingga dua hari ke depan terdapat perubahan nyata terhadap harga beli timah di tingkat masyarakat. Ia juga mengingatkan agar jangan sampai PT Timah justru membukukan laporan kerugian di tengah selisih harga yang sangat besar antara harga dunia dan harga beli di masyarakat.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!