MBG Ramadan Tetap Jalan, SPPG PGI Gabek Pangkalpinang Salurkan Makanan Kering Sehat Non UPF


Ia menegaskan, seluruh menu MBG yang disalurkan tidak menggunakan produk Ultra Processed Food (UPF) atau makanan ultra proses berbahan tambahan industri seperti pengawet, pewarna, maupun perasa buatan.
Sebagai gantinya, paket makanan berisi bahan pangan alami dan olahan rumahan seperti telur asin, abon, dendeng kering, buah-buahan, makanan khas lokal, serta kurma yang bersifat opsional.
Menurut Mada, komposisi menu tetap memperhatikan standar gizi, keamanan pangan, dan mutu makanan sesuai kelompok usia penerima manfaat.
Penetapan tersebut mengacu pada arahan Kepala BGN, Deden Hindayana, agar program MBG tidak hanya menjaga kecukupan gizi, tetapi juga meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat makanan yang tidak aman.
Selama Ramadan, pihaknya juga tidak dianjurkan menyajikan makanan bercita rasa terlalu pedas, mudah basi, atau berpotensi menimbulkan insiden keamanan pangan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas makanan hingga sampai ke tangan penerima.
Meski demikian, khusus kelompok 3B yang tidak menjalankan ibadah puasa, SPPG PGI Gabek tetap menyalurkan menu basah pada hari Senin dan Kamis.
Menu basah tersebut disiapkan dengan standar kebersihan dan keamanan pangan yang ketat. Sementara pada hari lainnya, kelompok 3B tetap menerima paket menu kering.
Mada menambahkan, pihaknya siap menyesuaikan apabila terdapat perubahan kebijakan dari pemerintah pusat.
“Jika ada arahan baru, kami siap mengikuti dan memastikan distribusi MBG ke sekolah maupun penerima manfaat tetap berjalan tanpa hambatan,” katanya.
Program MBG selama Ramadan diharapkan mampu menjaga asupan gizi masyarakat, khususnya anak sekolah dan kelompok rentan, tanpa mengabaikan aspek keamanan pangan.
“Selain itu, penggunaan bahan pangan lokal dinilai dapat mendorong pemberdayaan produk daerah sekaligus memastikan makanan yang diberikan lebih sehat dan sesuai kebutuhan masyarakat selama bulan suci,” pungkasnya. (Suf)
WhatsApp us