Laba PT Timah Melejit Rp1,31 Triliun, Ditopang Harga Global yang Melesat
Secara operasional, PT Timah mencatat produksi bijih timah sebesar 18.635 ton Sn dan produksi logam timah 17.815 metrik ton. Penjualan logam mencapai 16.634 metrik ton, dengan pasar ekspor tetap mendominasi hingga 95 persen.
Negara tujuan utama ekspor meliputi Singapura, Korea Selatan, Jepang, hingga sejumlah negara Eropa dan China. Kontribusi ekspor perseroan tercatat sekitar 24 persen dari total ekspor timah Indonesia.
Di sisi prospek, perusahaan memandang harga timah masih berpeluang bertahan tinggi pada 2026, seiring meningkatnya permintaan dari industri elektronik, semikonduktor, hingga pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan.
Namun, di saat yang sama, pasokan global dinilai masih terbatas akibat faktor regulasi, konflik, serta gangguan produksi di sejumlah negara penghasil utama.
Menghadapi kondisi tersebut, PT Timah menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari akselerasi produksi, hilirisasi, hingga transformasi digital dan penguatan prinsip keberlanjutan.
Dengan kombinasi faktor eksternal yang mendukung dan strategi internal yang diperkuat, perseroan optimistis dapat mempertahankan tren kinerja positif pada tahun berjalan. (*)
Sumber : www.timah.com




