Laba PT Timah Melejit Rp1,31 Triliun, Ditopang Harga Global yang Melesat
JAKARTA — PT Timah Tbk mencatat lonjakan kinerja keuangan sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih Rp1,31 triliun, melampaui target perusahaan sebesar 119 persen.
Direktur Utama Restu Widiyantoro menyebut capaian tersebut ditopang oleh penguatan tata kelola pertambangan timah serta optimalisasi operasi dan efisiensi keuangan.
“Perseroan fokus pada penguatan tata kelola pertimahan, optimalisasi kinerja operasi, pemasaran, dan keuangan,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Kinerja positif ini tidak lepas dari tren kenaikan harga timah global. Data London Metal Exchange menunjukkan harga rata-rata timah pada 2025 mencapai US$34.119,96 per ton, naik 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sejalan dengan itu, pendapatan perseroan tumbuh menjadi Rp11,55 triliun atau meningkat 6,41 persen secara tahunan. Laba usaha tercatat Rp1,91 triliun, sementara EBITDA mencapai Rp2,76 triliun—mengindikasikan perbaikan margin operasional di tengah tekanan biaya.
Dari sisi neraca, total aset perseroan naik menjadi Rp13,64 triliun. Ekuitas tercatat meningkat 10,83 persen menjadi Rp8,41 triliun, mencerminkan penguatan fundamental keuangan. Sementara itu, rasio keuangan tetap solid, dengan current ratio 242,8 persen dan debt to equity ratio 18,7 persen.
Di tengah perbaikan kinerja, perusahaan juga melanjutkan strategi efisiensi melalui penurunan biaya tetap dan pengelolaan utang berbunga, termasuk melalui aksi buyback medium term notes (MTN) guna menekan beban bunga.




