Headline

Baru Dilantik, Adi Irawan Pilih Ngopi Bareng Warga: Politik Tanpa Jarak

“Kita ingin Golkar hadir bukan hanya saat ada kegiatan resmi, tapi juga dalam keseharian masyarakat,” ucapnya.

Pendekatan yang ia pilih terasa sederhana, namun memiliki makna yang dalam. Di tengah kecenderungan politik yang kerap eksklusif, Adi mencoba menghadirkan wajah berbedalebih terbuka, lebih dekat, dan lebih mudah dijangkau.

Ia juga menekankan pentingnya peran kader untuk turun langsung ke lapangan.

Menurutnya, kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh strategi di atas kertas, tetapi oleh sejauh mana kader mampu membangun hubungan dengan masyarakat.

“Kader harus aktif, harus mau mendengar. Karena dari situlah kita tahu apa yang benar-benar dibutuhkan,” katanya.

Obrolan di Warkop Akew terus bergulir. Tidak ada batasan topik, tidak ada protokol yang mengikat. Semua berlangsung natural.

Di tengah suasana itu, Adi tampak menikmati setiap percakapan, seolah mengingatkan bahwa politik pada dasarnya adalah soal kedekatan dan kepercayaan.

Baca juga  Turunkan Stunting, Pemkab Basel Kampanye Gemarikan

“Kita harus kompak dan terus bergerak. Target kita jelas, bagaimana Golkar bisa semakin dipercaya dan memberi kontribusi nyata bagi daerah,” tegasnya.

Menjelang siang, suasana mulai lengang. Namun kesan yang ditinggalkan tetap terasa. Bagi warga yang hadir, pertemuan itu mungkin sederhana.

Tapi bagi Adi, setiap interaksi adalah bagian dari upaya membangun fondasi politik yang lebih kuat.

Dengan cara yang tenang dan tanpa banyak sorotan, ia merawat hubungan itu dari satu meja ke meja lain, dari satu cerita ke cerita berikutnya.

Di Warkop Akew, politik tidak hadir sebagai sesuatu yang jauh dan rumit. Ia hadir dalam bentuk paling sederhana: secangkir kopi, obrolan hangat, dan kesediaan untuk saling mendengar. ($uf)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!