Tambang Timah di Bibir Jalan Kusam Belinyu Ditertibkan Aparat Gabungan
BANGKA, MEDIAQU.id – Aparat gabungan dari Satpol PP Kecamatan Belinyu dan Polsek Belinyu menertibkan aktivitas tambang timah jenis sebu di kawasan bibir Jalan Kusam, sebelum kawasan wisata Pha Kak Liang, Desa Gunung Muda, Kecamatan Belinyu.
Penertiban dilakukan karena aktivitas tambang dinilai sudah mengarah ke bibir jalan dan berpotensi merusak fasilitas umum.
Informasi yang beredar menyebutkan aktivitas tambang tersebut diduga dikoordinir oleh seseorang berinisial YS yang sebelumnya sempat disebut dalam pemberitaan terkait aktivitas penambangan di kawasan itu.
Camat Belinyu, Firmansyah, mengatakan pihaknya memahami aktivitas tambang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Namun, pemerintah tidak bisa membiarkan jika kegiatan tersebut berpotensi merusak fasilitas umum.
“Kalau masalah menambang memang mata pencaharian masyarakat untuk mencari makan. Tapi kalau sudah bakal merusak fasilitas umum, ya kami pun melarang,” kata Firmansyah, Senin (11/5/2026).
Sementara itu, pihak PT Timah Tbk memastikan surat perintah kerja (SPK) yang sempat diterbitkan untuk lokasi tersebut telah dicabut.
Staf Pengawasan Tambang PT Timah area Bangka Utara, Suhardi, mengatakan pencabutan dilakukan karena aktivitas penambangan dinilai sudah keluar dari ketentuan yang ditetapkan.
“Kalau untuk SPK-nya sudah kita cabut,” ujar Suhardi.
Menurut dia, salah satu faktor pencabutan karena aktivitas tambang sudah mendekati bibir jalan dan berpotensi membahayakan fasilitas umum.
“Sudah makan ke arah bibir jalan. Kami juga tidak mau ambil risiko karena itu fasilitas umum,” katanya.
Kapolres Bangka, AKBP Deddy Dwitiya Putra, menegaskan pihak kepolisian akan terus melakukan penertiban terhadap aktivitas tambang yang tidak memiliki izin dan berpotensi merusak lingkungan maupun fasilitas umum.
“Karena tidak mengantongi izin dan dikhawatirkan merusak fasilitas umum seperti jalan, maka kami lakukan penertiban dan mengimbau penambang untuk tidak bekerja di situ,” tegas Deddy.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada YS yang disebut-sebut terkait aktivitas penambangan tersebut. (*)




