Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT TIMAH Tancap Gas Reklamasi dan Konservasi Satwa
Perusahaan juga secara rutin melakukan pemantauan keanekaragaman hayati di wilayah operasional, termasuk pengamatan biota laut, plankton, dan mangrove untuk memastikan kualitas lingkungan tetap terjaga.
Tak hanya itu, PT TIMAH terus memperluas program rehabilitasi ekosistem pesisir melalui pengembangan coral garden dan penanaman mangrove guna menjaga keseimbangan ekosistem laut.
“Pengelolaan lingkungan bukan hanya tentang meminimalkan dampak operasional, tetapi juga bagaimana menghadirkan kembali fungsi ekologis dan sosial kawasan yang telah dikelola, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tambah Anggi.
Di sisi lain, PT TIMAH juga memperkuat komitmen dalam mendukung transisi energi dan target dekarbonisasi. Saat ini sekitar 60,1 persen kebutuhan energi operasional perusahaan telah menggunakan biodiesel B35 dan B40.
Pemanfaatan energi terbarukan juga dilakukan melalui pemasangan Solar PV On Grid di Kampoeng Reklamasi Air Jangkang, Kampong Reklamasi Selinsing, serta di PT Timah Industri yang berlokasi di Cilegon.
Sepanjang 2025, PT TIMAH berhasil menekan konsumsi energi hingga 68.763 gigajoule melalui berbagai program efisiensi operasional, optimalisasi peralatan produksi, dan penerapan sistem manajemen energi berbasis standar internasional ISO 50001.
Melalui berbagai langkah tersebut, PT TIMAH menegaskan komitmennya untuk menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dengan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. (*)
Sumber : www.timah.com




