PT Timah Tbk

Tebar Cumi, Tebar Rezeki! PT Timah Dukung Masa Depan Nelayan Bangka.

PT TIMAH selama ini telah melaksanakan berbagai program rehabilitasi fisik dan biologis di wilayah operasionalnya.

Untuk rehabilitasi fisik, perusahaan telah membangun tanggul penahan gelombang (breakwater), melakukan penanaman mangrove, membangun fish shelter, artificial reef, hingga transplantasi karang.

Sedangkan untuk rehabilitasi biologi, PT TIMAH melaksanakan program restocking cumi-cumi dan kepiting bakau.

Menurut Indra, langkah yang dilakukan PT TIMAH patut diapresiasi karena turut mengangkat potensi sumber daya laut khas Bangka yang selama ini belum banyak mendapat perhatian.

“Program ini menjadi langkah awal yang penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya cumi-cumi di Bangka. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi pemicu perhatian yang lebih besar dari pemerintah, akademisi, maupun masyarakat nelayan terhadap pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ke depan, Indra berharapa evaluasi dan pengembangan program akan terus dilakukan agar kegiatan restocking semakin efektif dan berkelanjutan.

Salah satu upaya yang dapat dikembangkan adalah penyediaan benih hasil pembenihan atau hatchery sehingga pelepasan biota laut tidak lagi bergantung pada pengambilan telur dari alam.

Baca juga  PT Timah Tbk Serahkan 28 Kartu BPJS kepada Nelayan Basel

Departement Head Corporate Communication PT TIMAH (Persero) Tbk, Anggi Siahaan mengatakan, PT TIMAH terus berkomitmen untuk melakukan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, khususnya pada aspek rehabilitasi ekosistem laut di wilayah operasional perusahaan.

“Program restocking cumi-cumi ini merupakan salah satu bentuk nyata komitmen PT TIMAH dalam melaksanakan reklamasi dan rehabilitasi ekosistem laut. Perusahaan berharap upaya ini dapat mendukung kelestarian sumber daya perikanan, menjaga keanekaragaman hayati laut, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat nelayan,” ujarnya.

Ia menambahkan, PT TIMAH secara konsisten menjalankan berbagai program pengelolaan lingkungan yang mencakup rehabilitasi fisik, kimia, dan biologi sesuai dengan kaidah pertambangan yang baik (good mining practices) dan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). (*)

Sumber : www.timah.com

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!