Proyek Normalisasi Sungai Rangkui Senilai Rp4 Miliar Segera Dimulai
Gani mengatakan, program ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air untuk memperkuat sistem pengendalian banjir di kawasan perkotaan.
Menurut dia, pembangunan tanggul dan normalisasi sungai tidak serta-merta membuat Kota Pangkalpinang terbebas dari banjir, tetapi diharapkan mampu mengurangi potensi dan dampak banjir yang selama ini kerap terjadi.
“Tujuannya bukan membuat Pangkalpinang langsung bebas banjir, tetapi mengurangi potensi dan dampak banjir sehingga masyarakat dapat lebih terlindungi,” katanya.
Meski demikian, Gani mengungkapkan cakupan pekerjaan tahun ini belum dapat dilaksanakan secara menyeluruh.
Hal itu disebabkan adanya penyesuaian anggaran pemerintah sehingga sebagian pekerjaan harus dilakukan secara bertahap.
“Awalnya cakupan pekerjaan lebih besar. Namun karena ada pemotongan anggaran, tahun ini baru sekitar seperempat dari rencana awal yang bisa kami kerjakan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, proyek penanganan Sungai Rangkui merupakan hasil koordinasi antara Balai Wilayah Sungai Bangka Belitung dengan Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum Kota Pangkalpinang mengusulkan penanganan Sungai Rangkui kepada Kementerian Pekerjaan Umum karena keterbatasan anggaran daerah.
Melalui proyek tersebut, pemerintah berharap kondisi tanggul di sepanjang Sungai Rangkui semakin kuat, kapasitas aliran sungai meningkat, dan risiko banjir di sejumlah kawasan Kota Pangkalpinang dapat ditekan secara bertahap. (Suf)




